Monday, June 29, 2026
home_banner_first
KULINER

Chef Azwar Masak 1.000 Porsi Bubur Pedas Melayu Deli, Kenalkan Warisan Kuliner di Medan

Mistar.idSenin, 29 Juni 2026 pukul 19.30 WIB
chef_azwar_masak_1000_porsi_bubur_pedas_melayu_deli_kenalkan_warisan_kuliner_di_medan

Chef Azwar (baju hitam) sedang memasak 1.000 porsi Bubur Pedas Khas Melayu Deli di Lapangan Merdeka Medan (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Chef Azwar, jebolan MasterChef Indonesia Season 12 memasak sebanyak 1.000 porsi Bubur Pedas Khas Melayu Deli yang akan dibagikan secara gratis menggunakan kupon di Lapangan Merdeka, Medan, pada Senin (29/6/2026).

Bubur pedas ini sekaligus juga bertujuan untuk memperkenalkan kuliner tradisional Melayu yang sudah berjalan turun-temurun.

Azwar menjelaskan, untuk memasak 1.000 porsi bubur, mereka menghabiskan sekitar 100 kilogram beras dan pulut ketan, aneka sayur-mayur dan puluhan rempah-rempah yang diolah menggunakan lima tungku besar.

“Satu kuali besar ini bisa sampai dua ratus porsi kurang lebih. Nanti kan ada anyang pakis juga di atasnya,” kata Azwar kepada Mistar.

Sebagai anak Melayu asli, Azwar mengatakan bahwa bubur pedas yang merupakan makanan tradisi ini identik dengan bulan Ramadhan. Secara turun-temurun pada bulan puasa, masing-masing kepala keluarga akan memberikan satu bahan makanan seperti wortel, labu dan lain-lainnya dari petani. Bahan makanan tersebut kemudian dikumpulkan menjadi satu dan dimasak bersamaan.

“Makanya di keluarga kami, bubur pedas itu namanya bubur keluarga. Menjadi ciri khas, dan itu memang terjadi sejarahnya di Melayu sendiri,” tuturnya.

Keunikan utama Bubur Pedas Melayu Deli, kata Azwar, terletak pada penggunaan sekitar 40 jenis rempah yang menjadi sumber rasa pedas alami, dan khasiat yang banyak karena tidak menggunakan minyak dan bermanfaat bagi metabolisme dan kehangatan tubuh.

“Rebusan semua. Dan pedasnya itu bukan dari cabai, tapi dari rempah-rempah yang masuk. Jadi bukan pedas lidah tapi kehangatan di dalam tubuh kita,” ucapnya.

Selain disajikan dengan anyang pakis, variasi lauk pelengkap pendamping bubur pedas ini juga berbeda di setiap daerah. Hari ini, Azwar menambahkan suwiran daging ayam di atas bubur. Di daerah pesisir seperti Tanjung Balai, bubur pedas kerap dipadukan dengan seafood. Sementara di Melayu Deli biasanya menggunakan ayam atau kambing.

Sebagai putra Melayu, Azwar berharap generasi muda tidak melupakan warisan budaya kuliner daerah di tengah perkembangan budaya modern yang semakin mendominasi.

“Jangan pernah lupa bahwasanya budaya itu harus dilestarikan. Dengan adanya budaya modern, kita jangan lupa budaya yang sekarang kita jalani itu ada budaya yang harus kita angkat dengan putra daerah kita sendiri,” katanya.

Ia juga berharap, agar kegiatan ini tetap berlanjut setiap tahunnya. Tidak harus bubur pedas, namun juga memperkenalkan budaya maupun kuliner lainnya.

“Kepada orang Melayu juga begitu, harus membudayakan. Budaya Melayu ini luar biasa ya, bukan suku lagi tapi bangsa yang besar. Tapi orangnya sudah pada dikit. Nah orang yang sedikit inilah maunya harus dinaikkan,” ujarnya lagi.

Melihat antusias warga yang kian memadati lokasi memasak, Azwar menambah sekitar 200 porsi bubur pedas lagi bagi warga yang tidak mendapatkan kupon.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN