Monday, September 28, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Sering Pakai Alat Cukur Bergantian? Waspada Risiko Penularan Hepatitis B

Mistar.idSenin, 28 September 2026 pukul 10.27 WIB
sering_pakai_alat_cukur_bergantian_waspada_risiko_penularan_hepatitis_b

Foto ilustrasi tentang penularan Hepatitis B (Foto: AI)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan menyerang organ hati. Infeksi ini dapat dialami siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa.

Cara penularan hepatitis B berbeda dengan hepatitis A. Jika hepatitis A lebih sering berkaitan dengan konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, hepatitis B dapat menyebar melalui darah dan cairan tubuh tertentu dari orang yang terinfeksi.

Karena itu, beberapa kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele tetap perlu diperhatikan, terutama penggunaan benda pribadi yang berpotensi bersentuhan dengan darah.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Wahyu Aji Wibowo, Sp.PD, M.Sc, FINASM, menjelaskan hal tersebut dalam program Healthy Talk bertema “Deteksi Penyakit Hepatitis, Penanganan dan Pencegahannya” di kanal YouTube Tribun Health.

1. Hindari Berbagi Alat Cukur

Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah menggunakan alat cukur secara bergantian.

Alat cukur dapat menyebabkan luka kecil atau goresan pada kulit yang terkadang tidak terlihat. Jika alat tersebut sebelumnya digunakan oleh orang yang terinfeksi dan terdapat darah yang mengandung virus, terdapat risiko penularan ketika alat digunakan orang lain.

Karena itu, alat cukur untuk kumis, janggut, maupun keperluan pribadi lainnya sebaiknya tidak digunakan bersama.

2. Pastikan Alat yang Digunakan Steril

Risiko juga perlu diperhatikan ketika menggunakan jasa cukur atau perawatan tubuh yang melibatkan peralatan yang dapat melukai kulit.

Pastikan peralatan yang digunakan bersih dan memenuhi prosedur kebersihan serta sterilisasi. Untuk alat yang memang dirancang sekali pakai, sebaiknya digunakan dalam kondisi baru.

Langkah sederhana tersebut penting untuk mengurangi kemungkinan terjadinya paparan darah yang terkontaminasi.

3. Hubungan Seksual Juga Bisa Menjadi Jalur Penularan

Selain melalui darah, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh tertentu yang mengandung virus.

Hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi termasuk salah satu jalur penularan yang perlu diwaspadai. Karena itu, pemahaman mengenai faktor risiko dan langkah pencegahan menjadi penting.

4. Hepatitis B Tidak Menular Lewat Semua Interaksi Sehari-hari

Pemahaman mengenai cara penularan hepatitis B juga penting untuk mencegah munculnya stigma terhadap orang yang hidup dengan penyakit tersebut.

Hepatitis B tidak berarti seseorang dapat menularkan virus hanya karena berinteraksi secara biasa dengan orang lain. Penularan berkaitan dengan paparan terhadap darah atau cairan tubuh tertentu yang mengandung virus.

Dengan mengetahui jalur penularannya, masyarakat dapat melakukan pencegahan tanpa memberikan perlakuan berbeda kepada penderita hepatitis B.

Vaksinasi Jadi Salah Satu Cara Pencegahan

Pencegahan hepatitis B dapat dilakukan melalui sejumlah langkah, salah satunya vaksinasi.

Selain vaksinasi, masyarakat dianjurkan tidak berbagi barang pribadi yang berpotensi terkena darah, seperti alat cukur. Penggunaan peralatan yang aman dan steril juga perlu diperhatikan, khususnya pada layanan yang melibatkan kontak dengan kulit.

Bagi orang yang telah mendapatkan vaksin hepatitis B sejak masa kanak-kanak, pemeriksaan kadar antibodi dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk mengetahui status perlindungan tubuh. Konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan apakah pemeriksaan tersebut diperlukan dan bagaimana menindaklanjuti hasilnya.

Mengenali cara penularan hepatitis B sejak awal menjadi langkah penting untuk melindungi diri sekaligus mencegah penyebaran infeksi.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN