Konsumsi UPF Anak Indonesia Tertinggi di Dunia

UPF. (Foto: LauriPatterson/Getty Images)
Amsterdam, MISTAR.ID
Data UNICEF mencatat Indonesia sebagai negara dengan tingkat konsumsi makanan ultraproses atau ultra-processed food (UPF) tertinggi di dunia untuk kelompok usia 0–5 tahun, dengan kontribusi mencapai sekitar 38 persen dari total kalori harian anak.
Temuan tersebut diperkuat oleh pemaparan Dr. Neha Khandpur, MSc dari Wageningen University, Belanda, dalam webinar internasional bertajuk “Eat Real Food and Minimally Processed Diets for Child and Youth Health”.
Penelitian itu membandingkan pola konsumsi anak di 16 negara dan menunjukkan Indonesia menempati posisi mencolok karena tingginya asupan makanan ultraproses di hampir seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga remaja.
“Sebagian besar kalori dalam pola makan anak di beberapa negara, termasuk Indonesia, sudah berasal dari makanan ultraproses. Ini bukan lagi bagian kecil, tapi sudah menjadi signifikan,” kata Dr. Neha Khandpur di acara webinar internasional, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut membawa dampak yang tidak bisa dipandang ringan, terutama terhadap risiko kelebihan berat badan pada anak.
“Secara umum, anak dengan konsumsi makanan ultraproses tinggi memiliki risiko 21% lebih tinggi untuk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan dengan yang konsumsinya rendah,” ujarnya.
Situasi ini menegaskan bahwa pola makan anak tidak cukup hanya dinilai dari rasa kenyang, tetapi juga dari kualitas gizi yang dikonsumsi setiap hari.
Saat UPF terlalu mendominasi menu harian, kebutuhan nutrisi penting berpotensi tergeser oleh asupan gula, garam, dan lemak berlebih. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko obesitas pada anak sejak usia dini.
Temuan ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih cermat dalam memilih makanan bagi anak. Pola konsumsi yang dibangun sejak kecil akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan mereka di masa mendatang. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
RSUP H Adam Malik Hadirkan Teknologi Modern Terbaru untuk Pemulihan Pasien NeurologiNEXT ARTICLE
Buah yang Tidak Cocok Disimpan di Kulkas























