Dokter Ingatkan Bahaya Polifarmasi pada Lansia, Bisa Picu Gangguan Ginjal

Ilustrasi lansia yang mengkonsumsi obat terlalu banyak (polifarmasi berat) bisa berdampak pada ginjal (foto: GeminiAI/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. M. Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD, menyebutkan dua istilah khusus bagi lansia yang kerap mengonsumsi obat terlalu banyak lantaran penyakit yang dideritanya.
“Istilah yang dimaksud yaitu polifarmasi. Polifarmasi adalah ketika satu orang (lansia) mengonsumsi lebih dari satu obat,” ujarnya kepada Mistar, Kamis (28/5/2026).
Lebih lanjut, Allif mengatakan polifarmasi dikategorikan menjadi dua, yaitu polifarmasi ringan atau minor dan polifarmasi berat atau mayor.
“Polifarmasi ringan mengonsumsi obat lebih dari satu atau mungkin dua jenis. Polifarmasi berat mengonsumsi lebih dari lima obat secara bersamaan,” ucapnya.
Dirinya memberi contoh, seorang lansia menderita darah tinggi, gula, asam urat, kolesterol, dan ditambah mengonsumsi vitamin yang diberikan.
Menurutnya, obat untuk penyakit gula bisa dua macam, darah tinggi tiga macam, kemudian konsumsi obat asam urat yang jika ditotal keseluruhan bisa delapan obat.
Dokter Rumah Sakit Alfuadi Binjai itu mengatakan, polifarmasi yang dialami kaum lansia ini akan menambah dan memperberat kerja fungsi ginjal.
“Sudah lansia, kita bebankan lagi ginjalnya lebih berat. Bisa jadi dampak buruk bagi lansia tersebut akibat terlalu banyak minum obat (polifarmasi) ini, bisa cuci darah dia,” katanya. (hm27)
























