Monday, September 28, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Dinkes Pematangsiantar Pastikan Belum Ada Kasus Flu Singapura dan Influenza A

Mistar.idSenin, 28 September 2026 pukul 13.48 WIB
dinkes_pematangsiantar_pastikan_belum_ada_kasus_flu_singapura_dan_influenza_a

Ilustrasi Influenza. (Foto: Kompas/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (28/9/2026) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar memastikan hingga saat ini belum menemukan satu pun kasus masyarakat yang terjangkit Flu Singapura maupun Influenza A, baik di puskesmas maupun rumah sakit rujukan.

Meski demikian, petugas kesehatan di daerah tetap berhati-hati dan terus melakukan kesiapsiagaan agar tidak lengah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Urat H. Simanjuntak, menegaskan bahwa meskipun situasi saat ini cukup aman, masyarakat harus tetap waspada. Ia mengatakan, infeksi saluran pernapasan dapat menyebar dengan cepat dan menimbulkan gejala mulai dari ringan hingga cukup parah.

"Sampai hari ini memang belum ada laporan atau temuan kasus. Namun, langkah pencegahan dasar harus tetap berjalan. Cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat tidak fit, serta jaga kebersihan saluran udara di rumah maupun lingkungan sekitar," kata Urat kepada Mistar.id, Senin (28/9/2026).

Urat juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda berobat jika mulai mengalami penurunan kondisi kesehatan. Gejala seperti demam tinggi, batuk, nyeri tenggorokan, tubuh terasa lemas (malaise), dan nyeri otot sebaiknya segera diperiksakan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau puskesmas terdekat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi kelompok rentan yang berisiko mengalami komplikasi. Kelompok tersebut meliputi lansia, orang dengan penyakit penyerta (komorbid), dan warga yang baru kembali dari luar negeri.

Lingkungan dengan banyak interaksi, seperti sekolah, tempat kerja, asrama, atau pesantren, juga membutuhkan perhatian lebih. Jika muncul lonjakan gejala yang tidak biasa dalam satu kelompok atau klaster, masyarakat diminta segera melaporkannya ke puskesmas agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN