12 Usulan Perbaikan Pelaksanaan Dokter Internship dari IDI, Salah Satunya Jam Kerja

Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (foto: IDI/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan beberapa usulan perbaikan pelaksanaan dokter internship. Hal ini dilakukan karena banyaknya keluhan yang dialami para dokter peserta internship.
Ketua Umum PB IDI, Dr dr Slamet Budiarto SH MHKes, mengatakan berdasarkan evaluasi PB IDI dan peraturan tentang tenaga kerja, pihaknya menyampaikan usulan perbaikan pelaksanaan terkait Dokter Internship.
“Pertama masa pelaksanaan internship maksimal selama enam bulan, kedua tidak ada masa tunggu untuk melaksanakan internship, ketiga jam kerja maksimal 40 jam/minggu,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).
Slamet juga mengusulkan agar mereka mndapatkan hak cuti minimal satu hari per bulan yang dapat diakumulasikan di luar cuti sakit dan mendapatkan hak cuti hamil bagi perempuan.
“Kelima Dokter Internship berhak mendapatkan gaji minimal sebesar tiga kali Upah Minimum Regional (UMR), mendapatkan jasa pelayanan medis, serta hak atas tunjangan hari raya,” ucapnya.
Usulan keenam, dikatakan Slamet, izin karena sakit tidak mengurangi hak cuti lainnya dan tidak mengganti waktu internship, ketujuh dokter internship mendapatkan hak libur pada hari libur nasional.
Usulan delapan dokter internship tidak boleh ditugaskan di luar program internship yang telah ditetapkan, sembilan premi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan ditanggung oleh pemerintah.
“ke-10 dokter internship dapat praktik di klinik atau rumah sakit diluar jam kerja sebagai dokter internship dan ke-11 adanya jaminan biaya evakuasi jika terjadi kecelakaan kerja, sakit atau meninggal dunia,” tuturnya.
Terakhir, dokter internship mendapat penghargaan dan santunan meninggal, dalam menjalankan tugas internship dari Pemerintah Pusat atau Kementerian Kesehatan.
Sebelumnya, sepanjang tahun 2026 telah terdapat empat dokter internship yang wafat yaitu dr Myta Aprilia Azmi yang bertugas di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kedua Dokter Internship RS Bina Bhakti Husada Rembang Batch Agustus 2025, dr Kartika Ayu Permatasari pada wafat 25 Februari 2026.
Kemudian Dokter Internship RS Bhayangkara Denpasar Batch Mei 2025, dr Edgar Bazaliel Hartanto wafat pada 17 Maret 2026, Dokter Internship RSUD Pagelaran Batch Agustus 2025, dr Andito Mohammad Wibisono wafat pada 26 Maret 2026 akibat penyakit campak.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER























