Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

PB IDI: Program Internship Proses Pemantapan Profesi Kedokteran

Mistar.idSelasa, 12 Mei 2026 pukul 18.54 WIB
pb_idi_program_internship_proses_pemantapan_profesi_kedokteran_

Wakil Ketua Umum PB IDI, dr Hamzah Hasan MM. (foto: berry/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya seorang dokter internship bernama dr Myta Aprilia Azmi yang bertugas di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Wakil Ketua Umum PB IDI, dr Hamzah Hasan MM, mengatakan IDI mulai pusat maupun daerah mengucapkan segenap dokter Indonesia ikut berbelasungkawa.

"Tentunya ini luka mendalam atas meninggalnya para dokter yang melaksanakan tugas negara," ujarnya melalui keterangan tertulis kepada Mistar, Selasa (12/5/2026).

Mengapa disebut tugas negara, dikatakan Hamzah, karena tugas ini amanat undang-undang. Menurutnya, ini isu serius dan luka mendalam untuk seluruh tenaga kesehatan Indonesia, khususnya untuk para dokter.

Dijelaskannya, program internship kedokteran adalah proses pemantapan mutu dari profesi dokter dan dokter gigi, untuk menerapkan yang diperoleh mereka selama mengikuti masa pendidikan.

Adanya internship diawali amanat Undang-Undang praktek pendokteran tahun 2004. Dilanjutkan Undang-Undang tahun 2015 yang mengharuskan dokter yang selesai koas melakukan internship.

"Saat ini yang berlaku Undang-undang Kesehatan nomor 17 tahun 2023 dan dilikuidasi atau pembubaran undang-undang kesehatan (yang sebelumnya)," ucapnya.

Sebelumnya, dr Myta Aprilia Azmi wafat 1 Mei 2026 di Rumah Sakit Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan. Myta dokter internship sejak Agustus 2025 di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Myta diduga tetap menjalankan jadwal jaga dengan intensitas tinggi, termasuk saat kondisi kesehatannya mulai menurun. Ia mengalami gejala seperti demam dan sesak napas, namun tetap bertugas di tengah keterbatasan istirahat dan beban kerja yang padat.

Kondisinya kemudian memburuk dan dilarikan ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin untuk penanganan intensif. Meski sempat dirawat, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada 1 Mei 2026 lalu.

Selain itu, beberapa waktu lalu dikabarkan tiga dokter internship wafat yaitu Dokter Internship RS Bina Bhakti Husada Rembang Batch Agustus 2025, dr Kartika Ayu Permatasari pada wafat 25 Februari 2026.

Dokter Internship RS Bhayangkara Denpasar Batch Mei 2025, dr Edgar Bazaliel Hartanto wafat pada 17 Maret 2026 dan Dokter Internship RSUD Pagelaran Batch Agustus 2025, dr Andito Mohammad Wibisono wafat pada 26 Maret 2026 akibat penyakit campak.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN