Xi Jinping Copot Dua Jenderal Senior PLA: Fakta, Motivasi, dan Dampaknya

Xi Jinping yang dikabarkan mencopot dua Jenderal Senior PLA. (foto:financialtimes/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Beijing — Presiden Xi Jinping kembali mengguncang struktur militer tertinggi China setelah pemerintah secara resmi mengumumkan bahwa dua jenderal paling senior di Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) kini sedang berada di bawah penyelidikan atas dugaan pelanggaran serius disiplin dan hukum. Langkah ini merupakan eskalasi terbaru dalam kampanye anti-korupsi dan restrukturisasi militer yang berlangsung sejak 2023.
Siapa Dua Jenderal yang “Dipecat”?
1. Jenderal Zhang Youxia
General Zhang Youxia, 75 tahun, duduk sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC)—jabatan tertinggi di militer China di bawah Xi Jinping. Ia dikenal luas sebagai salah satu figur militer paling berpengaruh, anggota dalam Politbiro Partai Komunis, serta veteran perang perbatasan China–Vietnam 1979.
Penempatan Zhang di bawah penyelidikan adalah langkah paling mencolok dalam pembersihan militer sejak era Mao Zedong; Zhang sebelumnya dianggap sebagai sekutu dekat Xi dan suara kunci di jajaran komando PLA.
2. Jenderal Liu Zhenli
Sementara itu, Liu Zhenli, 61 tahun, menjabat sebagai Kepala Staf Joint Staff Department CMC, struktur penting yang mengatur perencanaan operasi, intelijen, dan latihan militer PLA. Meski tidak setenar Zhang, Liu berada tepat di bawah puncak hierarki militer dan berperan besar dalam operasi strategis militer China.
Mengapa Mereka “Dipecat”? Ini Penjelasan Resmi dan Analisis
Pemerintah China menyatakan kedua jenderal ini kini diselidiki karena “pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum”—istilah yang biasa dipakai Beijing untuk kasus korupsi besar, penyalahgunaan kekuasaan, serta pelanggaran loyalitas politik terhadap Partai Komunis.
Namun, dari sisi analis, penyelidikan tidak hanya soal korupsi administratif semata:
- Loyalitas politik menjadi faktor utama. Media China menyebut Zhang dan Liu melanggar sistem chairman responsibility yang menjamin kontrol mutlak Xi atas militer. Ini dipandang sebagai ancaman terhadap struktur komando yang sepenuhnya berada di bawah Xi.
- Mencegah pusat kekuasaan militer independen. Zhang pernah ditafsirkan membangun jaringan pengaruh kuat dalam PLA. Penurunan popularitasnya bisa dimaknai sebagai upaya Xi untuk menghindari pembentukan faksi internal di tubuh militer.
- Meskipun Beijing belum membeberkan bukti konkret dugaan pelanggaran, komentar resmi cenderung menonjolkan narasi bahwa tindakan mereka merusak kepemimpinan militer yang loyal terhadap Partai.
Siapa Pengganti Mereka di Struktur Militer Tertinggi?
Hingga kini, nama pengganti resmi untuk Zhang Youxia dan Liu Zhenli belum diumumkan publik oleh media pemerintah China. Namun, dari perubahan dalam struktur komando yang sudah berjalan, terlihat tren berikut:
* Zhang Shengmin, seorang jenderal yang sebelumnya memimpin unit disiplin militer, kini menjadi salah satu dari sedikit figur yang tersisa di CMC bersama Xi—mengukuhkan posisinya sebagai sekutu terdekat Presiden dalam otoritas komando PLA.
Dengan hilangnya dua figur senior ini, komisi militer China secara de facto dipangkas menjadi sangat kecil, memberi Xi kendali operasional penuh atas militer tanpa pesaing kuat di jajaran atas.
Dampak dan Implikasi Langsung
1. Perombakan besar struktur militer
Ini adalah perubahan paling signifikan dalam kepemimpinan militer China dalam beberapa dekade terakhir. Beberapa analis bahkan membandingkannya sebagai purge terbesar sejak era Mao.
2. Tantangan kesiapan militer
Kepergian dua perwira berpengalaman dengan batalyon pengalaman operasi nyata menimbulkan kekhawatiran tentang kesiapan komando militer tingkat tertinggi, terutama dalam konteks ketegangan yang meningkat dengan Taiwan dan AS.
3. Isyarat politik tersendiri
Langkah ini dipandang bukan sekadar anti-korupsi: ini adalah pesan politik bahwa loyalitas mutlak kepada Xi jauh lebih penting daripada latar belakang militer atau senioritas pengalaman.
Kesimpulan: Langkah Presiden Xi Jinping menempatkan Jenderal Zhang Youxia dan Liu Zhenli di bawah penyelidikan merupakan salah satu peristiwa paling mengguncang dalam struktur militer China era modern.
Di balik istilah “pelanggaran disiplin dan hukum”, tersimpan pesan kuat tentang dominasi politik dan loyalitas absolut terhadap komando tertinggi Partai Komunis.
Ke depan, perubahan ini diperkirakan akan membawa implikasi yang lebih luas—tidak hanya bagi internal militer China tetapi juga bagi dinamika geopolitik regional dan hubungan China–Amerika Serikat dalam konteks ketegangan yang terus memanas belakangan ini.
(berbagaisumber/ai/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
PM Australia Mengecam Pernyataan Donald Trump





















