Warga Eropa Kumpulkan 1 Juta Tanda Tangan, Desak Uni Eropa Tinjau Perjanjian dengan Israel

Warga pro-Palestina di Eropa melakukan unjuk rasa di luar markas besar Komisi Eropa di Brussels, Belgia, MInggu (22/10/2023). (Foto: Reuters)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Sejumlah warga di berbagai negara Eropa mendorong agar Uni Eropa meninjau kembali Perjanjian Asosiasi dengan Israel. Melalui mekanisme Inisiatif Warga Eropa (European Citizens’ Initiative/ECI), petisi yang menyerukan penangguhan perjanjian tersebut telah berhasil mengumpulkan lebih dari satu juta tanda tangan.
Inisiatif ini memungkinkan warga negara Uni Eropa untuk mengusulkan perubahan kebijakan apabila berhasil memenuhi syarat dukungan minimal satu juta tanda tangan yang tersebar di setidaknya tujuh negara anggota. Dalam kasus ini, dukungan disebut telah melampaui batas minimal negara partisipan, dengan keterlibatan warga dari sekitar 10 negara anggota Uni Eropa.
Kampanye yang dikenal dengan slogan “Keadilan untuk Palestina” ini mulai digerakkan sejak awal 2026. Pencapaian lebih dari satu juta tanda tangan tersebut dinilai sebagai salah satu pertumbuhan dukungan tercepat dalam sejarah mekanisme ECI sejak pertama kali diperkenalkan di Uni Eropa.
Apabila syarat administratif telah diverifikasi, Komisi Eropa diwajibkan untuk meninjau usulan tersebut dan memberikan tanggapan resmi, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan lembaga eksekutif Uni Eropa.
Para penggagas petisi menyerukan agar Uni Eropa menghentikan kerja sama dalam kerangka Perjanjian Asosiasi Uni Eropa–Israel, dengan alasan perlunya kepatuhan terhadap hukum internasional dan prinsip hak asasi manusia.
Perjanjian yang mulai berlaku sejak tahun 2000 tersebut mencakup kerja sama di bidang politik, ekonomi, hingga perdagangan. Uni Eropa sendiri tercatat sebagai salah satu mitra dagang terbesar Israel dengan nilai perdagangan barang mencapai puluhan miliar dolar setiap tahunnya.
Hingga kini, perdebatan mengenai hubungan Uni Eropa dan Israel terus menjadi sorotan di tengah meningkatnya tekanan publik dari berbagai kelompok masyarakat di Eropa.
PREVIOUS ARTICLE
China Bantah Pasok Senjata ke Iran





















