Time Nobatkan “Arsitek AI” sebagai Tokoh 2025 di Tengah Gejolak Pasar Teknologi

Sebuah lukisan karya Jason Seiler untuk Tokoh Tahun Ini versi TIME 2025. (Lukisan karya Jason Seiler untuk TIME) dan Ilustrasi karya Peter Crowther untuk TIME Person of the Year 2025. (Ilustrasi oleh Peter Crowther untuk TIME). (foto:cnn/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Majalah Time resmi menobatkan “Arsitek AI” sebagai Tokoh Tahun 2025, menandai pengaruh besar kecerdasan buatan terhadap politik, ekonomi, dan kehidupan sosial. Namun penghargaan itu diumumkan pada hari yang ironi bagi industri: pasar teknologi justru berguncang akibat anjloknya saham perusahaan-perusahaan AI.
Saham Oracle terjun hingga 14% pada Kamis (11/12/2025) setelah perusahaan mengungkap lonjakan pengeluaran untuk proyek kecerdasan buatan. Oracle mengaku membutuhkan tambahan biaya hingga US$15 miliar di luar proyeksi, serta telah menghabiskan US$10 miliar dalam satu kuartal. Investor juga terkejut dengan total utang perusahaan yang telah melampaui US$100 miliar.
Kejatuhan Oracle menyeret saham raksasa lain seperti Nvidia, AMD, Microsoft, Meta, serta startup komputasi awan Coreweave, yang seluruhnya ikut mengalami penurunan. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa industri AI tengah memasuki fase “bubble pressure”, ketika pertumbuhan luar biasa tidak lagi sejalan dengan stabilitas pasar.
Meski begitu, lanskap bisnis AI tetap bergerak cepat. Pada hari yang sama, Disney mengumumkan investasi US$1 miliar ke OpenAI dan akan melisensikan karakter-karakter populernya untuk digunakan dalam model video generatif Sora.
Mengapa Time Memilih “Arsitek AI”?
Pemimpin redaksi Time, Sam Jacobs, menyebut tahun ini sebagai periode ketika “potensi penuh AI terlihat jelas dan tidak ada jalan untuk mundur darinya.” Time memilih sosok-sosok di balik teknologi tersebut, bukan AI itu sendiri, karena merekalah yang dipandang mengarahkan masa depan dunia digital.
Time juga merilis dua sampul, termasuk ilustrasi yang mengacu pada foto legendaris tahun 1932 “Lunch Atop a Skyscraper”, menampilkan delapan tokoh AI yang kini menjadi simbol era kecerdasan buatan.
Tokoh-Tokoh di Balik Gelar ‘Arsitek AI’
Delapan nama yang ditampilkan Time adalah para pemimpin yang mendorong perkembangan AI global:
- Mark Zuckerberg (Meta) — Mengalihkan fokus perusahaan ke pengembangan superintelijensi dan menggelontorkan investasi besar lewat kerja sama dengan Scale AI.
- Lisa Su (AMD) — Mengangkat AMD sebagai pesaing kuat Nvidia melalui chip AI generasi terbaru dan kemitraan bernilai miliaran dolar.
- Elon Musk (xAI) — Mengembangkan Grok sebagai penantang ChatGPT serta terus memimpin sejumlah perusahaan teknologi besar.
- Jensen Huang (Nvidia) — Mendorong Nvidia menjadi perusahaan bernilai lebih dari US$5 triliun berkat dominasi GPU untuk AI.
- Sam Altman (OpenAI) — Memimpin ChatGPT yang kini digunakan 800 juta pengguna mingguan, meski perusahaan belum meraih keuntungan.
- Demis Hassabis (Google DeepMind) — Peraih Nobel yang membangun Gemini dan memajukan AI hingga ke ranah riset ilmiah.
- Dario Amodei (Anthropic) — Membawa Claude bertarung di pasar AI sekaligus menjaga valuasi perusahaan di angka US$183 miliar.
- Fei-Fei Li (World Labs) — “Ibu baptis AI” yang kini mengembangkan AI generatif 3D untuk membangun lingkungan virtual.
Pengaruh AI yang Tak Terhindarkan
Tradisi Tokoh Tahun Ini telah berlangsung sejak 1927, tetapi tahun ini menjadi penanda paling jelas bahwa kecerdasan buatan bukan lagi inovasi teknis—melainkan kekuatan global. Time bahkan menyebut AI sebagai alat paling berpengaruh dalam persaingan kekuatan besar sejak hadirnya senjata nuklir.
Meski pasar sempat bergejolak, peran AI dalam membentuk masa depan—dari kesehatan, bisnis, hingga kreativitas—dipandang tidak dapat dihentikan.
Time merangkum esensinya dalam satu kalimat:
“Karena telah memukau dan mengkhawatirkan umat manusia, para Arsitek AI adalah Tokoh Tahun 2025.”
(berbagaisumber/ai/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Akibat Hujan, Sebagian Wilayah di Arab Saudi Dilanda Banjir





















