Tuesday, August 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Sungai Menyusut, Kapal Nazi hingga Tulang Mamut Bermunculan di Eropa

Mistar.idSelasa, 11 Agustus 2026 pukul 15.05 WIB
sungai_menyusut_kapal_nazi_hingga_tulang_mamut_bermunculan_di_eropa

Sungai Danube. (Foto: Reuters via CNBC)

news_banner

Budapest, MISTAR.ID - Gelombang panas dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Eropa membawa dampak tak terduga. Menurunnya permukaan air sungai dan mengeringnya sejumlah kawasan justru membuka kembali berbagai peninggalan bersejarah yang selama puluhan hingga ribuan tahun tersembunyi.

Salah satu yang paling mencolok terjadi di Sungai Danube. Sungai yang melintasi 19 negara tersebut mengalami penurunan permukaan air hingga level terendah dalam tiga dekade terakhir.

Kondisi itu dipicu kombinasi suhu yang sangat tinggi dan rendahnya curah hujan. Selain mengganggu aktivitas pelayaran, surutnya air juga membuat bangkai kapal dan benda-benda bersejarah yang selama ini berada di dasar sungai kembali terlihat.

Sedikitnya 20 bangkai kapal yang berkaitan dengan Perang Dunia II muncul di sepanjang aliran Danube. Keberadaan bangkai kapal tersebut bahkan menjadi ancaman bagi kapal-kapal modern karena dapat mengganggu jalur pelayaran yang semakin dangkal.

Tak hanya kapal perang, berbagai jenis amunisi dari abad ke-20 juga bermunculan di sejumlah negara, termasuk Kroasia, Hungaria, dan Slovakia.

Temuan tersebut bukan sekadar benda bersejarah. Dilansir dari Kompas.com, Selasa (11/8/2026), sebagian di antaranya masih berbahaya karena belum meledak. Di beberapa lokasi, warga bahkan harus dievakuasi sementara tim penjinak bom melakukan pengamanan.

Situasi serupa terjadi di Prancis. Kebakaran hutan di sekitar Bordeaux membuka lokasi penyimpanan sekitar 400 bom dan amunisi peninggalan Perang Dunia II. Otoritas setempat menyebut persenjataan tersebut, termasuk mortir dan peluru antirudal, berasal dari Jerman dan Prancis.

Kekeringan ekstrem juga membuka petunjuk sejarah yang jauh lebih tua

Di Bulgaria, para ilmuwan menduga menemukan tulang mamut purba di tepian berlumpur Sungai Danube. Jika terkonfirmasi, temuan tersebut dapat memberikan informasi mengenai kehidupan fauna purba di kawasan tersebut.

Sementara itu, di Inggris Raya, pola-pola kering pada permukaan rerumputan memperlihatkan struktur yang sebelumnya tidak terlihat. Dari jejak tersebut, peneliti dapat mengenali fondasi sebuah biara abad pertengahan serta pola taman berornamen yang diperkirakan berasal dari abad ke-17.

Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana perubahan kondisi lingkungan dapat membuka kembali jejak masa lalu. Namun di balik penemuan yang menarik itu, kekeringan dan gelombang panas juga menjadi pengingat atas perubahan iklim yang semakin nyata di Eropa.

Lembaga iklim Copernicus mencatat Eropa mengalami pemanasan lebih cepat dibandingkan benua lain, dengan laju sekitar dua kali rata-rata pemanasan global. Kondisi tersebut turut meningkatkan frekuensi gelombang panas dan memperparah kebakaran hutan selama musim panas.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN