Saturday, July 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran Dekat PLTN Barakah UEA, IAEA Sampaikan Kecaman

Mistar.idMinggu, 17 Mei 2026 pukul 21.51 WIB
serangan_drone_sebabkan_kebakaran_dekat_pltn_barakah_uea_iaea_sampaikan_kecaman

Ilustrasi. (foto: Thinkstock/Mistar)

news_banner

Abu Dhabi, MISTAR.ID

Serangan drone memicu kebakaran di area dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah, Uni Emirat Arab, Minggu (17/5/2026). Meski tidak menimbulkan korban maupun gangguan radiasi, insiden tersebut mendapat perhatian dan kecaman dari badan nuklir PBB.

Dalam pernyataannya, Kantor Media Abu Dhabi menyebut kebakaran terjadi pada generator listrik di luar perimeter bagian dalam fasilitas nuklir Barakah akibat serangan drone.

Pembangkit listrik tenaga nuklir itu mulai beroperasi pada 2020 dan berada sekitar 200 kilometer dari pusat Kota Abu Dhabi, dekat perbatasan Arab Saudi dan Qatar. Operator milik negara, Emirates Nuclear Energy Company, sebelumnya menyebut fasilitas tersebut mampu memasok hingga seperempat kebutuhan listrik nasional.

Pihak berwenang memastikan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. “Tidak ada dampak terhadap tingkat keselamatan radiologi,” demikian keterangan resmi otoritas Abu Dhabi.

Selain itu, Federal Authority for Nuclear Regulation menegaskan kebakaran tidak memengaruhi keamanan pembangkit maupun sistem utama operasional. Seluruh unit pembangkit disebut tetap berjalan normal.

Kepala International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, turut mengecam insiden tersebut. Melalui pernyataan di platform X, IAEA menyampaikan bahwa aktivitas militer yang dapat mengancam keselamatan fasilitas nuklir tidak dapat diterima.

UEA sendiri merupakan negara Arab pertama yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir dan menjadi negara kedua di kawasan setelah Iran yang memiliki fasilitas serupa.

Hingga kini, belum ada pihak yang dinyatakan bertanggung jawab atas serangan drone tersebut. Namun dalam beberapa waktu terakhir, UEA menuding Iran berada di balik sejumlah serangan terhadap infrastruktur energi dan ekonomi di wilayahnya.

Ketegangan kawasan meningkat setelah Iran melancarkan serangan balasan menyusul operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Meski Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata pada 8 April, proses negosiasi damai hingga kini dilaporkan masih mengalami kebuntuan dan serangan sporadis masih terus terjadi.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN