Friday, July 3, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Ukraina Lancarkan Serangan 500 Drone ke Rusia, Tiga Orang Tewas

Mistar.idMinggu, 17 Mei 2026 pukul 17.41 WIB
ukraina_lancarkan_serangan_500_drone_ke_rusia_tiga_orang_tewas

Asap membumbung dari ledakan di antara gedung-gedung hunian bertingkat saat serangan drone dan rudal Rusia di Kyiv pada Kamis (14/5/2026). (Foto: (AFP/Sergei Supinsky)

news_banner

Moskow, MISTAR.ID

Ukraina meluncurkan gelombang serangan pesawat tanpa awak atau drone secara besar-besaran ke wilayah Rusia pada Minggu (17/5/2026) dini hari waktu setempat.

Otoritas Rusia menyatakan berhasil mencegat lebih dari 500 drone dalam salah satu serangan udara terbesar sejak konflik kedua negara pecah.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut sistem pertahanan udara mereka menembak jatuh sedikitnya 556 drone yang tersebar di 14 wilayah Rusia, Semenanjung Krimea, serta kawasan Laut Hitam dan Laut Azov.

Wilayah sekitar Moskow dilaporkan menjadi salah satu area terdampak paling parah.

Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, melalui Telegram mengatakan serangan tersebut menewaskan tiga warga sipil.

Seorang perempuan dilaporkan tewas setelah drone menghantam sebuah rumah pribadi. Sementara dua pria lainnya meninggal dunia dalam serangan terpisah di pinggiran ibu kota Rusia.

Di dalam Kota Moskow, Wali Kota Sergei Sobyanin menyebut pertahanan udara berhasil menjatuhkan lebih dari 80 drone. Namun, serpihan reruntuhan dilaporkan melukai sedikitnya 12 orang.

Salah satu serangan juga disebut melukai sejumlah pekerja konstruksi di dekat kilang minyak dan gas Moskow. Meski demikian, Sobyanin memastikan operasional kilang minyak tersebut tidak terganggu.

Serangan balasan ini terjadi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya berjanji akan membalas serangan Rusia di Kyiv yang menewaskan 24 orang beberapa hari lalu.

Zelensky menegaskan strategi menyerang situs militer dan energi di wilayah Rusia dilakukan untuk melemahkan kemampuan finansial perang Moskow.

Gelombang serangan udara tersebut juga menandai berakhirnya gencatan senjata tiga hari yang sempat disepakati untuk memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II. Kedua pihak sebelumnya saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Sementara itu, upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun dilaporkan masih menemui jalan buntu. Kyiv menolak tuntutan Moskow terkait penyerahan wilayah Donbas di timur Ukraina.

Para pengamat menilai mandeknya negosiasi damai turut dipengaruhi perubahan fokus geopolitik Amerika Serikat setelah meningkatnya konflik baru antara AS-Israel dan Iran sejak akhir Februari lalu. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN