Sunday, June 7, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pria di Louisiana Tembaki Tujuh Anak Kandung dan Satu Bocah hingga Tewas

Mistar.idSenin, 20 April 2026 13.41
EH
AS
pria_di_louisiana_tembaki_tujuh_anak_kandung_dan_satu_bocah_hingga_tewas

Personel Kepolisian Shreveport melakukan identifikasi dan olah TKP di lokasi kejadian. (foto: Jill Pickett/AP via Washington Post)

news_banner

Shreveport, MISTAR.ID

Kota Shreveport, Amerika Serikat, diguncang insiden penembakan mematikan yang menewaskan delapan anak pada Minggu (19/4/2026) waktu setempat.

Melansir AFP dan Reuters, kepolisian menerima laporan gangguan domestik sekitar pukul 05.00 di kawasan perumahan di selatan pusat kota. Saat tiba di lokasi, petugas menemukan korban di sedikitnya tiga titik berbeda.

Delapan anak berusia antara satu hingga 14 tahun ditemukan tewas akibat luka tembak. Selain itu, dua perempuan dewasa dalam kondisi kritis dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kepala kepolisian setempat menyatakan, pria berusia 31 tahun yang diduga sebagai penembak memiliki hubungan keluarga dengan para korban. Laporan awal menyebutkan tujuh dari delapan anak yang tewas merupakan anak kandungnya.

Terduga pelaku tewas setelah sempat melarikan diri dan terlibat baku tembak dengan aparat di akhir pengejaran. Hingga kini, motif penembakan masih dalam penyelidikan oleh Kepolisian Negara Bagian Louisiana.

Wali Kota Shreveport menyebut peristiwa ini sebagai tragedi yang sulit diterima akal sehat.

“Hari ini kota kita berduka. Kita kehilangan nyawa anak-anak dalam kekerasan yang tidak seharusnya terjadi,” ujarnya.

Gubernur Louisiana telah menawarkan dukungan tambahan, termasuk bantuan investigasi dan layanan pemulihan trauma bagi warga terdampak.

Hingga kini, area kejadian masih dipasangi garis polisi, sementara tim forensik terus mengumpulkan bukti. Identitas korban belum diumumkan secara lengkap untuk menghormati privasi keluarga.

Insiden ini kembali memicu perdebatan di Amerika Serikat terkait kekerasan dalam rumah tangga dan pengendalian senjata api, terutama karena tingginya jumlah korban anak dalam satu peristiwa. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN