Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Penembakan di Sekolah Turki Tewaskan 9 Orang, Pelaku Siswa SMP

Mistar.idKamis, 16 April 2026 pukul 09.57 WIB
penembakan_di_sekolah_turki_tewaskan_9_orang_pelaku_siswa_smp

Kepanikan terjadi kala penembakan di sebuah sekolah tingkat menengah, setara SMP, terjadi di Turki. Petugas polisi berseragam dan berpakaian preman mengamankan lokasi di Provinsi Kahramanmaras, Turki Tenggara, Rabu (15/4/2026) Waktu setempat. (Foto: Ihlas News Agency via Reauters)

news_banner

Kahramanmaras, MISTAR.ID

Sedikitnya sembilan orang tewas dan 13 lainnya terluka dalam insiden penembakan di sebuah sekolah menengah di Kahramanmaras, Turki, Rabu (15/4/2026) waktu setempat.

Menteri Dalam Negeri Mustafa Ciftci mengatakan, dari total korban luka, enam orang di antaranya berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif.

Gubernur Kahramanmaras, Mukerrem Unluer, mengungkapkan pelaku merupakan seorang siswa laki-laki kelas 8 di Sekolah Menengah Ayser Calik. Motif penyerangan hingga kini belum diketahui.

Pelaku diketahui membawa senjata api di dalam ranselnya dan kemudian melepaskan tembakan secara membabi buta setelah memasuki dua ruang kelas.

“Enam korban luka masih menjalani operasi dan dalam kondisi kritis,” ujar Unluer.

Pelaku dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Namun, belum dapat dipastikan apakah ia mengakhiri hidupnya sendiri atau tewas dalam kekacauan yang terjadi.

Menurut Unluer, senjata yang digunakan diduga milik ayah pelaku yang merupakan mantan anggota kepolisian. Pelaku juga disebut membawa lima pucuk senjata api dan tujuh magasin saat datang ke sekolah.

Kepala Jaksa Kahramanmaras, Ramazan Murat Tiryaki, melalui media sosial Turki NSosyal, menyatakan penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah jaksa.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Akin Gurlek menyebut para jaksa terus bekerja di lokasi kejadian untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Menteri Pendidikan Yusuf Tekin bersama pejabat terkait juga telah menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan insiden tersebut.

Direktur Komunikasi Turki, Burhanettin Duran, mengatakan seluruh aspek insiden sedang diselidiki secara menyeluruh. Ia juga mengimbau media agar berhati-hati dalam penggunaan bahasa pemberitaan, mengingat peristiwa ini melibatkan anak di bawah umur dan keluarganya.

Pemerintah Turki memberlakukan pembatasan peliputan media guna menjaga integritas proses penyelidikan. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala kepada publik.

Sebagai dampak kejadian, kegiatan pendidikan di Kahramanmaras dihentikan selama dua hari.

Kementerian Kehakiman juga menyatakan telah mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan konten yang mendukung kekerasan, menyesatkan, atau memicu kepanikan di media sosial. Aktivitas digital terkait insiden ini terus dipantau secara ketat oleh aparat di seluruh wilayah Turki. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN