Kamala Haris Beri Isyarat Bakal Maju Pada Pemilihan Presiden AS 2028

Kamala Harris. (Foto: News.berkeleys)
New York, MISTAR.ID
Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, memberi isyarat kemungkinan kembali maju dalam pemilihan presiden AS pada 2028, setelah sebelumnya kalah dari Donald Trump dalam Pilpres 2024.
Mengutip laporan Al Jazeera, Sabtu (11/4/2026), pernyataan tersebut disampaikan Harris saat menghadiri konvensi tahunan National Action Network bersama tokoh hak sipil AS, Al Sharpton, pada Jumat (10/4/2026) waktu setempat.
Dalam forum itu, Sharpton secara langsung menanyakan peluang Harris untuk kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2028.
"Dengar, mungkin saja, mungkin saja. Saya sedang memikirkannya," kata Harris menjawab pertanyaan.
Meski belum memberikan keputusan final, Harris menegaskan dirinya memahami betul tanggung jawab sebagai presiden, mengingat pengalamannya menjabat sebagai wakil presiden di bawah Joe Biden pada periode 2021 hingga 2025.
"Saya tahu seperti apa pekerjaan itu, dan saya tahu apa yang dibutuhkan," kata Harris.
Sementara itu, dalam pidatonya pada Kamis (9/4/2026), Harris juga menyinggung kebijakan yang diambil Trump. Ia mengkritik konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, yang disebutnya sebagai perang pilihan, serta menilai kepemimpinan Trump membuat posisi AS melemah di mata sekutu.
"Amerika, di bawah Donald Trump, semakin tidak dapat diandalkan sebagai mitra bagi kawan-kawan kami, dan Amerika juga semakin kehilangan pengaruh," ujar Harris.
Di akhir pernyataannya, Harris tetap belum memberikan kepastian terkait rencana pencalonannya pada 2028. Ia menyebut masih mempertimbangkan langkah terbaik yang perlu diambil demi kepentingan rakyat Amerika.
Harris sendiri mencatat sejarah sebagai perempuan kulit hitam dan keturunan Asia Selatan pertama yang memperoleh nominasi dari partai besar di Amerika Serikat.
Ia menjadi kandidat utama Partai Demokrat dalam Pilpres 2024 setelah Joe Biden mengundurkan diri dari pencalonan pada akhir Juli 2024 dan memberikan dukungan kepadanya.
Proses pencalonan Harris saat itu berlangsung dalam situasi yang tidak biasa. Ia mendapatkan nominasi melalui mekanisme voting roll-call tanpa mengikuti pemilihan pendahuluan sebagai kandidat presiden, sementara waktu menuju pemilu umum tersisa kurang dari empat bulan.
Dalam pemilu tersebut, Donald Trump yang maju untuk masa jabatan kedua yang tidak berurutan berhasil meraih kemenangan dengan 312 suara elektoral, sementara Harris memperoleh 226. Secara persentase, Trump meraih 49,8 persen suara, sedangkan Harris mendapatkan 48,3 persen.
Selain Harris, sejumlah tokoh Partai Demokrat lain yang juga disebut berpotensi maju pada Pilpres 2028 turut hadir dalam forum tersebut. Di antaranya JB Pritzker, Josh Shapiro, dan Pete Buttigieg. (hm20)






















