Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Hari Eliminasi Kanker Serviks Pertama Diperingati Dunia: Upaya Global Dipacu

Mistar.idSenin, 17 November 2025 pukul 18.02 WIB
hari_eliminasi_kanker_serviks_pertama_diperingati_dunia_upaya_global_dipacu

WHO Wilayah AFRO Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus bergabung dengan para menteri kesehatan dari Negara Anggota yang ikut mensponsori resolusi untuk menetapkan tanggal 17 November sebagai Hari Eliminasi Kanker Serviks Sedunia. (foto:WHO/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Dunia menandai Hari Eliminasi Kanker Serviks Sedunia yang pertama pada Senin (17/11/2025), momen bersejarah yang ditetapkan Majelis Kesehatan Dunia untuk mempercepat langkah global mengakhiri salah satu kanker yang sebenarnya dapat dicegah.

Peringatan ini mendorong negara-negara meningkatkan cakupan vaksinasi HPV, memperluas layanan skrining, dan memperkuat akses pengobatan. Kanker serviks—kanker keempat paling umum pada perempuan—masih merenggut lebih dari 350.000 jiwa setiap tahun, namun WHO menegaskan bahwa dunia kini memiliki alat yang cukup untuk memberantasnya.

Hari aksi ini menegaskan kembali tiga pilar strategi global WHO: memvaksinasi 90% anak perempuan terhadap HPV, melakukan skrining pada 70% perempuan, dan merawat 90% yang terdiagnosis lesi prakanker atau kanker invasif.

“Pada 2018 saya menyerukan tindakan global, dan hari ini impian itu semakin nyata,” kata Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari situs resmi WHO. Ia menambahkan, semakin banyak negara yang memperluas vaksinasi, skrining, dan pengobatan, dunia pun kian dekat menuju masa depan bebas kanker serviks.

Momentum ini turut ditegaskan Gavi dan mitranya, yang menyatakan bahwa target menjangkau 86 juta anak perempuan pada akhir 2025 hampir tercapai—cerminan percepatan global menuju eliminasi kanker serviks.

Berbagai aksi digelar di banyak negara. Sierra Leone dan Liberia meningkatkan cakupan vaksinasi dengan kampanye yang menyasar lebih dari 1,5 juta anak perempuan, disertai rencana skrining massal di seluruh distrik. Di Malaysia, penyintas kanker serviks memimpin kampanye promosi tes HPV swa-sampling selama sepekan, memperluas akses skrining berbasis komunitas.

Sepanjang tahun lalu, berbagai negara mencatat kemajuan signifikan. Angola, Kuba, Pakistan, Tunisia, Tajikistan, dan China telah memperluas vaksinasi HPV melalui program nasional mereka. Ghana menargetkan 2,4 juta anak perempuan dalam kampanye vaksinasi 2025. Sementara Rwanda mempercepat program eliminasi untuk memenuhi target 90-70-90 pada 2027, tiga tahun lebih cepat dari target global.

Indonesia juga berperan penting dengan menjadi tuan rumah Forum Global Kedua untuk Pemberantasan Kanker Serviks dan menetapkan target ambisius 90-75-90 dalam Rencana Nasional Pemberantasan Kanker Serviks 2023–2030.

Nigeria menunjukkan komitmen nasional melalui investasi besar untuk mendukung upaya eliminasi, termasuk pendanaan oleh Ibu Negara yang memperkuat posisi Nigeria sebagai pemimpin resolusi Hari Eliminasi Kanker Serviks Sedunia.

Spanyol, Afrika Selatan, serta negara-negara di kawasan Pasifik Barat memperluas kemitraan internasional untuk memperkuat akses vaksinasi, skrining, dan pengobatan.

Dengan semakin banyak negara bergerak memperluas layanan kesehatan esensial, dunia melangkah lebih cepat menuju target eliminasi kanker serviks global 90-70-90. Hari ini menjadi pengingat bahwa masa depan bebas kanker serviks bukan lagi sekadar visi, tetapi tujuan yang semakin dekat untuk dicapai. (WHO/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN