Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Dianggap Mengancam, Dua Bocah Palestina yang Lagi Cari Kayu Bakar Diserang Drone Israel

Mistar.idSenin, 1 Desember 2025 09.23
journalist-avatar-top
dianggap_mengancam_dua_bocah_palestina_yang_lagi_cari_kayu_bakar_diserang_drone_israel

Anak-anak laki-laki Palestina mengisi air minum ke botolnya dari kendaraan isi ulang di Rafah, selatan Jalur Gaza. (foto: afp/mistar)

news_banner

Khan Younis, MISTAR.ID

Sebanyak dua anak laki-laki Palestina tewas dalam serangan drone Israel di wilayah selatan Jalur Gaza Sabtu (29/11/2025). Keluarga korban menyatakan, kedua anak tersebut sedang mencari kayu bakar untuk kebutuhan rumah tangga mereka.

Militer Israel mengeklaim, serangan ditujukan kepada dua anak itu karena dianggap menimbulkan ancaman langsung. Namun, pihak keluarga menyebut korban merupakan kakak-beradik yang masih berusia 8 tahun dan 10 tahun.

“Mereka anak-anak tak berdosa yang tidak punya roket dan bom. Mereka sedang mengumpulkan kayu bakar untuk membantu ayahnya yang disabilitas dan terpasang pelat logam di kakinya. Kami pergi dan mendapati mereka sudah tiada, lalu membawanya pulang,” ujar Alaa Abu Assi, paman korban, kepada AFP seperri dikutip, Senin (1/12/2025).

Juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, mengatakan serangan terjadi sekitar pukul 08.30 pagi waktu setempat di wilayah Bani Suheila, sebelah timur Khan Younis, Gaza selatan.

Bassal menyebut dua korban bernama Fadi dan Jumaa Tamer Abu Assi, dan membenarkan serangan dilakukan oleh drone militer Israel. Rumah Sakit Nasser di Khan Younis mengonfirmasi, mereka menerima jenazah kedua anak tersebut.

Pemakaman berlangsung pada sore harinya dan dihadiri lebih dari 60 pelayat. Suasana duka terlihat jelas. Seorang pria berlutut memeluk kantong jenazah berwarna putih.

Sementara itu, sang ayah yang berada di atas kursi roda menangis sambil memegangi jenazah kedua putranya, masing-masing di sisi kanan dan kiri. Menurut Paman Alaa, sang ayah terpaksa meminta anak-anaknya mencari kayu karena tidak memiliki apapun untuk memasak di rumah.

“Kalau dia bisa, dia bakal pergi sendiri, tetapi dia tidak bisa,” ucapnya.

Serangan di Garis Kuning

Serangan drone terjadi di sekitar Garis Kuning, batas tak resmi yang ditandai dengan blok-blok beton kuning di Jalur Gaza. Batas tersebut menjadi garis mundur pasukan Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat.

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, beberapa insiden mematikan terjadi di sekitar area Garis Kuning, termasuk penembakan oleh pasukan Israel terhadap warga sipil. Baha Abu Assi, paman lainnya dari korban, menilai serangan ini tak bisa dibenarkan.

“Mereka menargetkan area itu... Kami tinggal di sini dan kami tidak tahu ada blok atau rambu yang membuktikan apa yang mereka katakan,” kata Baha kepada AFP.

“Anak-anak ini bahkan tidak tahu ke mana mereka pergi. Mereka hanya ingin mengambil sepotong kayu bakar karena tidak ada gas dan makanan,” tuturnya.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyatakan bahwa tentara mengidentifikasi dua tersangka yang melintasi Garis Kuning, melakukan aktivitas mencurigakan di darat, dan mendekati pasukan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) yang sedang beroperasi di Gaza selatan.

“Setelah identifikasi tersebut, IAF (Angkatan Udara Israel) mengeliminasi para tersangka untuk menghilangkan ancaman tersebut,” demikian pernyataan militer.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas melaporkan, sejak gencatan senjata dimulai, sedikitnya 354 warga Palestina tewas akibat tembakan pasukan Israel.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN