Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Ada 119 WNI Tinggal di Apartemen Wang Fuk Court Hong Kong yang Terbakar

Mistar.idSenin, 1 Desember 2025 09.47
journalist-avatar-top
ada_119_wni_tinggal_di_apartemen_wang_fuk_court_hong_kong_yang_terbakar

Petugas darurat berupaya memadamkan api yang membakar perancah bambu di beberapa gedung di perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong. (foto: Reuters/mistar)

news_banner

Tai Po, MISTAR.ID

Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong, Yul Edison, mengungkap ada ratusan WNI yang tinggal di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong yang mulai terbakar hebat pada Rabu (26/11/2025).

Otoritas Hong Kong menyebut kebakaran dahsyat itu menghantam apartemen yang berisi hampir 2.000 unit dan menewaskan lebih dari 90 jiwa. Dibutuhkan waktu 36 jam untuk memadamkan api di kompleks berisi delapan blok bangunan tersebut.

Yul mengatakan pihaknya sudah mendata jumlah WNI yang tinggal di kompleks apartemen itu. Menurut keterangan Kemlu RI, kebakaran tersebut menewaskan dua WNI yang bekerja sebagai pekerja migran.

“Masalah data dari delapan bangunan, ada ratusan warga kita, sekitar 119,” kata Yul seperti dikutip Senin (1/12/2025).

Yul menambahkan ratusan WNI itu berhasil menyelamatkan diri dengan berbagai cara, termasuk mengungsi ke tempat rekan atau menyelamatkan diri bersama majikan mereka.

Meski begitu, Yul memastikan pendataan untuk memastikan kondisi seluruh WNI di apartemen tersebut terus dilakukan. Ia menegaskan dirinya dan tim masih berada di lokasi kebakaran.

Yul kemudian menyampaikan laporan terbaru otoritas Hong Kong bahwa masih ada puluhan penghuni apartemen yang keberadaannya belum diketahui.

“Perkembangan pagi ini saya lihat, kalau sampai pagi kemarin 279 tidak bisa dihubungi, tadi sudah di bawah 30,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemlu RI menyatakan, WNI yang tewas ada 2 orang. Dua WNI lainnya terluka. Dari korban luka, 1 orang sudah keluar dari RS dan lainnya masih dirawat. Semua WNI itu berstatus pekerja migran sektor domestik.

Polisi Hong Kong menangkap dua direktur perusahaan konstruksi dan konsultan teknik yang dianggap bertanggung jawab atas kebakaran dahsyat itu. Mereka dituduh lalai.

Pada saat kebakaran terjadi, kompleks apartemen tersebut tengah menjalani proses pemeliharaan/renovasi. Perancah/steger bambu dan material yang mudah terbakar diduga berperan memudahkan api menjalar cepat dan luas.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN