Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Polda Sumut: Kerusakan Akibat Ledakan di Komplek Grand Polonia Menyerupai Detonasi Gas Alam

Mistar.idRabu, 22 Juli 2026 pukul 17.16 WIB
polda_sumut_kerusakan_akibat_ledakan_di_komplek_grand_polonia_menyerupai_detonasi_gas_alam

Kabid Humas Polda sumut, Kombes Dr Ferry Walintukan. (foto: matius/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Polisi masih mendalami penyebab ledakkan hebat yang menghancurkan sedikitnya tujuh unit rumah di Perumahan Grand Polonia, Jalan Perhubungan, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Senin (20/7/2026). Sumber ledakan di rumah bernomor 3B.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Dr Ferry Walintukan, jika dilihat dari ciri-ciri kerusakan bangunan, khas detonasi tersebut menyerupai ledakkan gas alam yang digunakan Perusahaan Gas Negara (PGN).

Ferry mengatakan, dalam kasus ini pihaknya juga telah mengamankan 1 buah kantong gas yang diambil dari area dapur rumah.

“Yang kita amankan 1 bag gas yang diambil di area dapur. Kemudian untuk ciri kerusakan bangunan yang lebih parah bagian atas atau langit-langit rumah dibandingkan bagian bawah. Ledakan ini merupakan ciri khas detonasi gas alam yang digunakan PGN,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Ferry mengatakan, terdapat 7 korban dalam insiden ini. Tiga di antaranya meninggal dunia, 4 orang lainnya mengalami luka-luka. Korban pertama bernama Jessica Anggi (36), istri dari pemilik rumah. Korban kedua babysitter atas nama Sinta Hiasinta Yanita Giawa (20), alamat Desa Sisobahili, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan.

Korban ketiga yakni Roswita Bupu (26) asisten rumah tangga warga Desa Tongananga, Ratongamobo Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan meninggal dunia setelah kejadian.

Identitas korban luka-luka:

1. Muhammad Wiwin Widodo (38) tukang bangunan alamat Jalan Lapangan Dusun VII Kota Medan

2. Wewen Ardiansyah (39), tukang bangunan alamat Jalan Anugerah IV no 29 Kota Medan.

3. Yudha Maulana Hutabarat (35), kurir paket shopee warga perumahan paya sari permai dab saat ini masih dirawat si RS Siloam.

4. Balita berisial J umur 2 tahun yang merupakan anak dari pemilik rumah dan saat ini sedang dirawat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN