Wednesday, August 26, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

4 Orang Ditemukan Tewas di Pulau Jeju, Polisi Diduga Tutupi 200 Kasus Orang Hilang

Mistar.idRabu, 26 Agustus 2026 pukul 16.27 WIB
4_orang_ditemukan_tewas_di_pulau_jeju_polisi_diduga_tutupi_200_kasus_orang_hilang_

Ilustrasi, Kepolisian Provinsi Jeju menerbitkan sederet aturan untuk para turis yang berkunjung.(Foto: PEXELS)

news_banner

Seoul, MISTAR.ID (26/8/2026) - Tragedi memilukan terjadi di Pulau Jeju, Korea Selatan. Sebanyak empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan tewas dalam kurun waktu tiga hari terakhir.

Kasus ini mencuat setelah Pengadilan Distrik Jeju pada Selasa (25/8/2026) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap seorang polisi.

Ia diduga menutup sekitar 200 laporan orang hilang secara tidak sah selama 17 bulan.

Penemuan pertama terjadi pada Minggu (24/8/2026) sekitar pukul 15.04 waktu setempat.

Penjaga Pantai Jeju menemukan jasad seorang pria berusia 70-an di perairan dekat Sinheung-ri, Jocheon-eup, Kota Jeju.

Jasad itu pertama kali ditemukan nelayan dan dilaporkan ke layanan darurat.

Pria tersebut diketahui telah dilaporkan hilang ke Kantor Polisi Jeju Dongbu sehari sebelumnya.

Keesokan harinya, Senin (25/8/2026) pukul 10.46, petugas menemukan jasad Jang Mi Ran, 37 tahun.

Perempuan itu telah dilaporkan hilang sejak Mei, atau 104 hari sebelum jasadnya ditemukan di dekat tempat tinggalnya.

Di hari yang sama sekitar pukul 09.35, satu jenazah lain ditemukan di dekat lembah di Aewol-eup, Kota Jeju.

Korban juga telah berstatus orang hilang.Terakhir, pada Sabtu (23/8/2026), seorang pria berusia 60-an ditemukan tewas di Songdang-ri, Gujwa-eup.

Ia dilaporkan hilang sejak 2 Juli.Polisi Diduga Palsukan dan Tutup KasusPenyidikan mengarah pada dugaan kelalaian serius.

Polisi yang menangani kasus Jang Mi Ran juga diduga menutup kasus pria di Songdang-ri secara prematur.

Bahkan, ia dituding menghapus data Jang dari sistem profil orang hilang milik kepolisian.

Atas perbuatannya, polisi tersebut dijerat pasal kelalaian tugas, pemalsuan catatan elektronik publik, dan penghalangan tugas resmi.

Ia sempat ditahan pada Sabtu, namun dibebaskan pada Senin setelah pengadilan meninjau legalitas penahanan tersebut.

Keluarga korban akhirnya kembali membuat laporan pada bulan lalu. Setelah itu polisi baru melancarkan pencarian hingga akhirnya keempat korban ditemukan tewas.(CNN/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN