Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

31 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza Jelang Pembukaan Rafah

Mistar.idMinggu, 1 Februari 2026 pukul 10.37 WIB
31_tewas_dalam_serangan_udara_israel_di_gaza_jelang_pembukaan_rafah

Warga Palestina berjalan di sepanjang jalan yang dikelilingi oleh bangunan yang hancur selama operasi udara dan darat Israel di lingkungan Sheikh Radwan, di Kota Gaza, Selasa (30/12/2025). (Foto: AP Photo/Abdel Kareem Hana)

news_banner

Gaza, MISTAR.ID

Sedikitnya 31 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza sejak Sabtu (31/1/2026) pagi. Informasi tersebut disampaikan stasiun televisi Al Jazeera dengan mengutip sejumlah sumber medis.

Serangan itu terjadi sehari sebelum Israel dijadwalkan membuka kembali Penyeberangan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir. Pembukaan Rafah ini disebut menjadi yang pertama sejak Mei 2024.

Di sisi lain, dinamika politik internasional terkait Gaza terus bergulir. Pada 14 Januari lalu, Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, mengumumkan tahap kedua dari rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza.

Tahap kedua tersebut difokuskan pada transisi pascagencatan senjata, termasuk demiliterisasi wilayah Gaza, pembentukan pemerintahan teknokratis, rekonstruksi wilayah, serta pelucutan senjata seluruh personel yang tidak berwenang.

Sebelumnya, Presiden Trump pada Kamis (22/1/2026) juga meluncurkan Dewan Perdamaian bentukan pemerintahannya. Lembaga tersebut akan bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani berbagai krisis global, termasuk konflik di Gaza.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjamu puluhan pemimpin dunia di sela Forum Ekonomi Dunia dalam upacara penandatanganan dokumen pendirian dewan tersebut.

“Kami berkomitmen memastikan Gaza didemiliterisasi, dikelola dengan baik, dan dibangun kembali dengan indah. Ini akan menjadi rencana yang hebat, dan di situlah Dewan Perdamaian benar-benar dimulai,” ujar Trump.

Trump menambahkan, mandat Dewan Perdamaian dapat diperluas ke berbagai isu global lainnya seiring keberhasilan upaya penanganan konflik di Gaza. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN