100 Siswa di Pematangsiantar Dilatih Selamatkan Korban Henti Jantung

Siswa SMA Swasta Budi Mulia Pematangsiantar mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Jumat (4/9/2026). (Foto: Dok. Dinkes Pematangsiantar/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Sebanyak 100 siswa SMA Swasta Budi Mulia Pematangsiantar mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar, Jumat (4/9/2026).
Pelatihan tersebut membekali para siswa dengan keterampilan memberikan pertolongan awal kepada korban henti jantung dan henti napas.
Para siswa tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik pertolongan pertama.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pematangsiantar, Misran, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi situasi darurat.
"Jadi kita ajarkan ke siswa, dari teori langsung praktik bagaimana menolong pasien yang mengalami henti jantung atau henti napas," jelas Misran melalui pesan WhatsApp, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, situasi darurat dapat terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja. Sementara itu, tenaga medis tidak selalu dapat langsung tiba di lokasi kejadian.
Karena itu, keterampilan Bantuan Hidup Dasar penting dimiliki masyarakat, termasuk para pelajar, untuk memberikan pertolongan awal sebelum bantuan medis tiba.
Pelatihan tersebut bukan kali pertama dilakukan Dinkes Pematangsiantar. Tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di SMAN 4 Pematangsiantar.
Dinkes Pematangsiantar berkomitmen memperluas pelatihan Bantuan Hidup Dasar ke sekolah-sekolah lainnya. Melalui kegiatan tersebut, pengetahuan dan keterampilan BHD diharapkan dapat diterapkan saat menghadapi situasi darurat, baik di rumah, sekolah, maupun tempat umum.[]




























