Tangis Hendry Pecah di Lokasi Ledakan Grand Polonia, Adiknya Belum Ditemukan

Hendri saat memberi keterangan kepada Mistar. (foto: putra/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Dalam proses evakuasi yang dilakukan tim gabungan di reruntuhan Komplek Grand Polonia, seorang pria bernama Hendry menangis tersedu-sedu. Ia mengaku jika adiknya bernama Sinta Giawa bekerja di rumah tersebut. Hingga kini, ia belum mendapat kabar dari adiknya yang telah bekerja enam bulan lebih di rumah itu.
Kepada Mistar, Henry mengatakan dirinya mendapat kabar jika terjadi ledakan di komplek tersebut sejak, Selasa (21/7/2026) siang. Awalnya ia tak berfirasat bahwa lokasi tersebut tempat adiknya bekerja.
"Aku tau tadi siang. Cuma aku nggak firasat lah. Tapi terdetak juga, aku ajak kawan ke sini untuk melihat. Ternyata benar di situ adik ku kerja," ujarnya di lokasi, Selasa (21/7/2026) sore.

Foto profil Sinta di aplikasi WhatsApp. (foto: putra/mistar)
Hendry mengatakan, ia terakhir kali terhubung dengan adiknya Senin (20/7/2026) siang. Saat itu, ia, adiknya dan orang tuanya di kampung tersambung tiga melalui seluler. "Semalam kami masih sambung tiga sama mamak kami. Terus sampai sekarang dia hilang kontak," tuturnya.
Dilanjutkannya, sekitar pukul 18.00 Wib, ia kembali mengkontak adiknya tersebut. Namun panggilan demi panggilan tak juga tersambung. "Biasanya dia kalau istirahat pasti nelepon, ngabarin. Terakhir kami ngobrol itu biasa aja. Nggak ada yang aneh," ucapnya.
Perempuan berusia 19 tahun itu, kata Hendry bekerja di rumah tersebut sebagai Babysitter. Hingga kini, ia belum dapat menghubungi adiknya kembali. "Tadi telpon lagi aku sama mamak. Ditanyain apa sudah ada kabar adik itu. Makanya aku timbul firasat dan ke sini," ujarnya.

























