Polisi Ungkap Kronologi Tewasnya Apriaman Lase di Apartemen Sky View Medan

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, menjelaskan kronologi tewasnya Apriaman Lase di Polrestabes Medan. (Foto: Putra/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Polrestabes Medan mengungkap kronologi tewasnya Apriaman Lase di Apartemen Sky View, Jalan Abdul Hakim, Medan Selayang. Korban diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 12 setelah mendapat tekanan dari dua perempuan yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, menjelaskan sebelum kejadian korban memesan jasa perempuan melalui sebuah aplikasi kencan. Setelah berkomunikasi dengan perempuan berinisial FR, keduanya sepakat bertemu di apartemen dengan tarif Rp850 ribu.
"FR datang ke lokasi bersama JS. Saat bertemu, korban melihat wajah FR berbeda dengan yang ada di aplikasi. Korban kemudian lebih tertarik kepada JS dan meminta JS yang melayaninya," ujar Adrian, Rabu (15/7/2026).
Mendengar permintaan tersebut, FR meminta biaya pembatalan (cancel) sebesar Rp400 ribu. Namun, korban akhirnya tetap mentransfer Rp850 ribu untuk menggunakan jasa JS.
"Saat JS berada di dalam kamar bersama korban sekitar 10 hingga 15 menit, FR menunggu di luar kamar," katanya.
Usai berhubungan, korban disebut meminta layanan tambahan berupa seks oral kepada JS. Menurut polisi, layanan tambahan itu diberikan tanpa ada kesepakatan harga sebelumnya.
"Setelah layanan tambahan selesai, JS memanggil FR yang berada di luar kamar. Keduanya kemudian masuk dan meminta uang tambahan sebesar Rp4,5 juta," jelas Adrian.
Korban menolak permintaan tersebut karena nilainya jauh lebih besar dari tarif awal. Namun, kedua perempuan itu diduga terus mendesak korban agar membayar.
"Mereka meminta korban menunjukkan saldo rekeningnya. Sambil terus mendesak, kedua tersangka berjalan mendekati korban. Korban mundur ke arah balkon sambil mengatakan tidak memiliki uang," ujarnya.
Adrian mengatakan, saat itu FR juga meminta korban membuktikan ucapannya dengan menunjukkan saldo melalui telepon genggam.
Merasa tertekan, korban mengancam akan melompat dari balkon apabila terus didesak dan diminta menunjukkan saldo rekeningnya.
"Saat berada di dekat balkon, korban mengatakan akan melompat karena terus didesak. Kemudian kedua tersangka menjawab, 'Ya sudah, loncat saja kalau memang tidak mau bayar'," kata Adrian menirukan keterangan tersangka.
Tak lama kemudian, korban benar-benar melompat dari lantai 12 apartemen sambil masih memegang telepon genggamnya.
"Korban melompat sambil memegang handphone karena tidak mau menunjukkan saldo rekeningnya. Sebelum jatuh ke tanah, kakinya sempat membentur tembok hingga putus. Setelah itu kedua tersangka pergi meninggalkan lokasi," pungkas Adrian.
























