Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 130 Kg Sabu Jaringan Internasional, Satu Tersangka Ditangkap

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andy Arisandi. (foto:Matius/Mistar)
Medan, MISTAR.ID, (21/7/2026) – Unit VI Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut kembali berhasil menggagalkan penyelundupan 130 kilogram narkotika jenis sabu yang dikirim dari Malaysia ke Indonesia.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, mengatakan penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus yang sebelumnya telah ditangani.
“Sebelumnya, kita berhasil mengungkap penyelundupan 25 kilogram sabu yang hendak dikirim ke wilayah Aceh. Berdasarkan analisis dan pengembangan, tim memperoleh informasi bahwa akan ada pengiriman diduga narkotika jenis sabu ke wilayah yang sama dengan menggunakan mobil. Hasilnya, berhasil kita amankan 130 kilogram sabu dan satu orang tersangka,” ujar Kombes Pol Andy Arisandi, Selasa (21/7/2026).
Ia menerangkan, penangkapan dilakukan pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 20.30 WIB, di Desa Pucok Alue Barat, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Tersangka yang diamankan bernama Zulham (30), warga Dusun Kauyea Brahim, Desa Matang Kruet, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.
Andy menyebut, saat penangkapan berlangsung, timnya sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan pelaku yang dimulai dari wilayah Sumatera Utara hingga Aceh Timur.
“Mungkin di dalam video ada tindakan tegas yang kita lakukan, yaitu memberikan tembakan peringatan, karena yang bersangkutan sudah memonitor kita melakukan pengejaran dan akhirnya melarikan diri,” terangnya.
Namun, setelah polisi melakukan penyisiran di lokasi kejadian, akhirnya Zulham (30) berhasil ditangkap bersama barang bukti narkotika seberat 130 kilogram.
Andy mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, semula puluhan kilogram narkotika tersebut dikirim dari Malaysia menuju Indonesia melalui wilayah Sumatera Utara dengan tujuan akhir Aceh Timur.
“Tujuannya wilayah Aceh, dan kemudian beredar di wilayah Aceh juga. Jaringan ini merupakan jaringan internasional yang dikirim melalui Malaysia,” ujarnya mengakhiri. (hm27)


























