Kejar Pelaku Jambret, Korban Tewas Nabrak Warung di Perumnas Mandala

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Aksi penjambretan di kawasan Perumnas Mandala, Kota Medan, berujung maut. Seorang pria bernama Ucok Nainggolan meninggal dunia setelah becak motor (betor) yang ditumpanginya terbalik saat mengejar pelaku jambret, Jumat (1/5/2026).
Menurut Willy Andi, saat kejadian adiknya bernama M Yunus Shadamy alias Adam bersama Ucok tengah mengendarai betor di Jalan Garuda, Perumnas Mandala.
“Awalnya Adik saya dan Ucok naik betor. Terus ada yang nelepon. Mereka berhenti angkat telepon. Selesai telepon, waktu mau masukkan HP ke kantong langsung dijambret,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Willy, setelah handphone dirampas, Adam yang mengendarai betor langsung mengejar pelaku sambil berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Saat tiba di tikungan Jalan Cendrawasih, betor yang mereka kendarai hilang kendali. “Betor itu hilang kendali lalu jatuh hingga nabrak warung warga dan jungkir balik,” katanya.
Willy menyebut pelaku diduga berjumlah empat orang. Dua orang disebut melakukan aksi penjambretan, sementara dua lainnya mengikuti dari belakang.
Akibat kecelakaan itu, Adam dan Ucok mengalami luka serius dan sempat pingsan di lokasi. Keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Pirngadi Medan.
“Mereka luka di kepala, punggung dan bagian tubuh lainnya. Besok paginya Ucok meninggal dunia,” tuturnya.
Dijelaskannya, Ucok merupakan warga Jalan Denai, sedangkan Adam tinggal di Gang Manunggal, Jalan Denai. Keduanya sehari-hari menjalankan usaha elektronik bekas dan kerap mengantar pesanan pelanggan menggunakan betor.
Pihak keluarga mengaku telah membuat laporan polisi setelah kejadian. Namun, Willy menyebut penanganan kasus dinilai lambat. Laporan polisi tersebut tercatat dengan nomor LP/B/565/V/2026/SPKT/Polsek Medan Tembung/Polrestabes Medan tertanggal Senin, 4 Mei 2026.
“Awalnya kami ke Polsek Medan Area, tapi diarahkan ke Medan Tembung karena lokasi jambretnya di Jalan Garuda, wilayah Medan Tembung,” ujarnya.
Meski begitu, pihak keluarga mempertanyakan tindak lanjut polisi karena hingga kini disebut baru sebatas laporan di SPKT. “Sudah hampir dua minggu belum ada BAP, belum ada surat atau kabar dari polisi,” katanya.
Willy juga mengaku keluarga telah memperoleh informasi terkait identitas terduga pelaku dari warga sekitar lokasi kejadian. “Warga banyak yang tahu siapa pelakunya, alamatnya dimana, bahkan orang tuanya siapa. Semua siap jadi saksi,” tuturnya.
Keluarga berharap polisi segera bergerak cepat untuk menangkap para pelaku penjambretan tersebut. "Kan memang seharusnya begitu. Mereka bergerak, apalagi ini sampai ada yang meninggal," ujarnya.
Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan ketika dikonfirmasi terkait hal itu belum memberikan jawaban.





















