Thursday, June 11, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Isi Pesan Terakhir Pria yang Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kos Siantar Barat

Mistar.idRabu, 10 Juni 2026 17.12
AN
AS
isi_pesan_terakhir_pria_yang_ditemukan_tewas_tergantung_di_kamar_kos_siantar_barat

Pesan terakhir yang ditinggalkan pada ponsel korban sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar kos. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pesan terakhir yang ditinggalkan seorang pria berinisial B, 30 tahun, setelah ia ditemukan tewas tergantung di kamar sebuah rumah kos di Jalan Sipirok, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Rabu (10/6/2026).

Korban yang akrab disapa Bima itu diketahui meninggalkan sejumlah tulisan di ponselnya sebelum ditemukan meninggal dunia. Dalam pesan tersebut, Bima menyampaikan permohonan maaf kepada ibunya, keluarga, dan teman-temannya.

Selain itu, ia juga menyebut nama seorang perempuan bernama Inge Napitupulu yang disebut dalam pesan tersebut.

"Gue sayang sama Inge banget tapi dia bikin gue seperti ini yang ketiga kalinya. Untuk ibu dan keluarga dan teman-teman maafin bima banyak dosa ke Ibu, keluarga dan temen-temen maafin bima juga bu udah salah ambil langkah, intinya doain bima selalu yah bu, keluarga dan teman-teman," tulis Bima.

Pada bagian lain pesannya, korban juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang nantinya mengevakuasi jasadnya serta memberikan petunjuk mengenai orang yang dapat dihubungi terkait keluarganya.

"Bima terpaksa ambil keputusan yang buruk seperti ini dan ini semua bukti sangking sayangnya bima ke Inge Napitupulu. Oh iya gak lupa mau terimakasih buat bapak/ibu mungkin yang mengevakuasi mayat saya, untuk kepulangan mayat saya mungkin bisa dicari informasinya ke Inge Napitupulu, sekian terimakasih love you all," tulisnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, penemuan korban bermula saat seorang wanita datang ke rumah kos tersebut untuk menemuinya. Namun, setelah beberapa kali memanggil dan menggedor pintu kamar tanpa respons, pihak pengelola kos akhirnya membuka paksa kamar tersebut.

"Awalnya ada seorang wanita datang mencari penghuni kamar itu. Karena dipanggil-panggil dan pintunya digedor tidak ada jawaban, akhirnya kami memutuskan membuka paksa pintu kamar," ujar Jafar, penjaga Kos Omah Sare.

Jafar menjelaskan, korban merupakan tamu yang menyewa kamar secara harian dan telah menginap selama empat hari. Hari ditemukannya korban merupakan jadwal terakhir masa sewanya.

"Korban merupakan tamu yang menyewa kamar secara harian dan baru empat hari menginap di lokasi tersebut. Kebetulan hari ini merupakan jadwal terakhirnya untuk check out," katanya.

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan ponsel korban yang berisi pesan terakhir tersebut sebagai bagian dari penyelidikan.

Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani visum dan pemeriksaan medis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum memberikan keterangan resmi terkait motif maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN