Warga Medan Serbu Toko Genset Usai Pemadaman Listrik, Stok Banyak yang Ludes

Ratusan warga Medan berbondong-bondong membeli genset akibat pemadaman listrik sejak Jumat malam. (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Kota Medan membuat warga berbondong-bondong membeli genset. Dalam pantauan Mistar, sejumlah toko penjual mesin dan genset di sepanjang Jalan Bogor dan Jalan Pandu, Kecamatan Medan Kota, dipadati ratusan pembeli, Sabtu (23/5/2026).
Mulyadi, pekerja di salah satu toko penjual mesin di Jalan Bogor, mengatakan tokonya mulai ramai sejak dibuka pukul 08.00 WIB. Menurutnya, kondisi tersebut tidak biasa terjadi pada hari normal.
“Dari pagi kami buka, warga langsung menyerbu. Biasanya tidak seramai ini, cenderung sepi. Mungkin karena mati lampu itu,” kata Mulyadi kepada Mistar.
Ia menyebut genset dengan kapasitas 2.000 hingga 3.000 watt menjadi yang paling banyak dicari masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga selama listrik padam.
“Paling banyak dicari genset 3.000 watt. Tapi yang paling sering dibeli masyarakat sekarang kapasitas 2.000-an watt,” ujarnya.
Di toko tersebut tersedia genset mulai dari kapasitas 2.500 watt hingga 10.000 watt. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, mulai sekitar Rp2,7 juta hingga puluhan juta rupiah, tergantung kapasitas dan jenis mesin.
Lonjakan pembelian membuat sejumlah stok genset di toko mulai habis diserbu warga yang khawatir pemadaman listrik berlangsung lama. Akibat tingginya permintaan, stok genset pun mulai menipis.
“Banyak yang sudah habis karena permintaannya tiba-tiba melonjak,” tutur Mulyadi.
Keramaian pembeli juga menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Jalan Bogor dan Jalan Pandu menjadi padat merayap. Sejumlah warga terlihat keluar masuk toko untuk mencari genset maupun mesin cadangan listrik lainnya.
Salah seorang pembeli, Hardi Sibarani, mengaku sengaja membeli genset karena istrinya sedang sakit dan membutuhkan pendingin ruangan di tengah cuaca panas akibat listrik padam.
“Karena istri saya sakit. Dia tidak bisa ke mana-mana, jadi di kamar terus dan panas. Jadi butuh AC,” ujar pria paruh baya tersebut.
Hardi memilih genset berkapasitas 5.000 watt karena di rumahnya terdapat beberapa unit AC dan kebutuhan listrik untuk usaha miliknya.
“Kebetulan kami punya usaha sampai 50 kamar. Kalau mati lampu seperti ini, air tidak ada dan lampu penerangan juga mati,” ucapnya.
Ia berharap pemadaman listrik segera teratasi agar aktivitas masyarakat kembali normal.
“Harapannya listrik cepat hidup supaya terang lagi, jangan gelap terus,” katanya.
Diketahui, pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB terjadi pemadaman listrik di sejumlah daerah di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Hingga saat ini, aliran listrik di beberapa daerah dilaporkan sudah kembali normal, namun sebagian wilayah lainnya masih mengalami pemadaman.
























