Friday, July 10, 2026
home_banner_first
EKONOMI

UMKM di Medan Rugi Jutaan Rupiah Akibat Pemadaman Listrik Massal

Mistar.idSabtu, 23 Mei 2026 pukul 16.02 WIB
umkm_di_medan_rugi_jutaan_rupiah_akibat_pemadaman_listrik_massal

UMKM di Medan Rugi Jutaan Rupiah Akibat Pemadaman Listrik Massal

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan mengalami kerugian akibat pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Sumatera Utara dan sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.

Fridayah Shinta Maharani (25), pemilik 28 Cafe yang menjual makanan dan minuman di Jalan Paku T.600, Kecamatan Medan Marelan, turut merasakan dampak pemadaman listrik massal tersebut.

“Dampak listrik mati tanpa adanya genset, warung kopi jadi gelap dan tidak bisa beroperasi seperti biasa. Orderan jadi sedikit, menu terbatas, tidak bisa menggunakan mesin kopi, dan stok es batu juga minim,” ujarnya kepada Mistar, Sabtu (23/5/2026).

Fridayah mengatakan kondisi usahanya menjadi sepi karena pengunjung enggan berlama-lama tanpa adanya colokan listrik, sementara sejumlah menu favorit pelanggan juga tidak dapat dijual.

“Akibat listrik mati ini tentu kami mengalami kerugian. Jumlah kerugian yang kami alami mencapai kurang lebih 70 persen. Pastinya ini sangat merugikan usaha yang kami jalani,” katanya.

Selain itu, Rahmad Habibullah (37), pelaku UMKM di sektor jasa fotokopi, alat tulis, dan percetakan, juga mengaku mengalami kerugian besar akibat pemadaman listrik.

“Kami sebagai pengusaha fotokopi Rapima Photo yang menyediakan alat tulis, jasa print, scan, maupun photo studio sangat dirugikan akibat listrik padam sejak kemarin malam hingga saat ini,” tuturnya.

Rahmad menjelaskan, akhir pekan biasanya menjadi waktu paling ramai karena banyak pelanggan yang membutuhkan jasa fotokopi untuk berbagai kegiatan, termasuk keperluan acara gereja.

“Pastinya kerugian yang kami alami akibat mati lampu ini cukup besar. Untuk usaha fotokopi yang kami jalankan, khususnya saat akhir pekan, biasanya bisa mendapatkan omzet sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta,” ucapnya.

Hal serupa juga dirasakan Carolina Tejera Lumbam Gaol (24), pelaku UMKM bakery Sweet As Pie yang menjual pie, snack box, kue ulang tahun, hingga brownies.

“Dampak yang dirasakan selama dua hari ini jelas banyak sekali. Dari sisi pengusaha kue, bahan-bahan yang disimpan di kulkas seperti buah-buahan, krim, dan susu mengalami kerusakan,” ujarnya.

Akibat pemadaman listrik, sejumlah pesanan pelanggan yang sudah masuk sejak beberapa hari sebelumnya terpaksa dibatalkan karena bahan baku tidak lagi layak digunakan.

“Sejak kemarin kami tidak menerima orderan karena bahan untuk kue yang disediakan tidak memungkinkan diberikan ke pelanggan. Kerugian yang saya alami mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta,” katanya.

Sebelumnya, seluruh wilayah Kota Medan, Sumatera Utara, dan beberapa provinsi di Sumatera mengalami pemadaman listrik secara bersamaan pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB. Hingga saat ini, sejumlah wilayah di Medan dilaporkan masih mengalami pemadaman listrik.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN