VinFast Tegaskan Tak Akan Produksi Mobil Bensin, Fokus Penuh ke Kendaraan Listrik

Ilustrasi produksi mobil bensin tanpa bensin (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
CEO VinFast, Pham Nhat Vuong, menegaskan komitmen perusahaannya untuk sepenuhnya meninggalkan kendaraan berbahan bakar fosil dan beralih total ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Pernyataan ini disampaikan dalam rapat umum tahunan Vingroup, sebagaimana dilaporkan media Vietnam pada Rabu (22/4).
“VinFast tidak akan pernah memproduksi mobil bensin lagi,” ujar Vuong di hadapan para pemegang saham. Ia menambahkan bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk masuk ke segmen kendaraan hybrid, melainkan tetap konsisten pada strategi elektrifikasi penuh.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, VinFast tengah mengembangkan berbagai model kendaraan listrik baru dengan peningkatan jarak tempuh. Selain itu, perusahaan juga berupaya menghadirkan teknologi yang dapat membantu pengguna ketika lupa mengisi daya kendaraan.
Didirikan pada 2017, VinFast sempat memproduksi mobil dan sepeda motor berbahan bakar bensin. Namun, sejak 2021 perusahaan resmi menghentikan produksi kendaraan bermesin pembakaran internal dan beralih sepenuhnya ke EV.
Dari sisi kinerja, VinFast mencatat pendapatan sebesar 90,43 triliun dong (sekitar US$3,4 miliar) pada 2025, meningkat 139 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, perusahaan masih membukukan kerugian sekitar 97 triliun dong.
Untuk tahun 2026, VinFast menargetkan pengiriman global hingga 300 ribu unit mobil listrik, naik dari realisasi 197 ribu unit pada 2025. Selain itu, perusahaan juga membidik penjualan 1 juta hingga 1,5 juta sepeda motor listrik, seiring ekspansi ke berbagai pasar Asia, termasuk Indonesia, Filipina, dan India.
Dalam hal pasokan baterai, Vuong mengungkapkan bahwa perusahaan tidak hanya bergantung pada produksi internal. VinFast akan mengombinasikan strategi kemitraan, outsourcing, serta produksi sendiri guna mengoptimalkan efisiensi investasi.
Di sektor lain, Vuong juga menyoroti perkembangan perusahaan ride-hailing miliknya, Green SM, yang seluruh armadanya menggunakan kendaraan VinFast. Perusahaan tersebut kini disebut menjadi pemimpin pasar di Vietnam dan tengah bersiap melakukan ekspansi internasional, termasuk rencana penawaran umum perdana (IPO).
Didirikan pada 2023, Green SM telah memperluas layanan dari transportasi penumpang ke pengiriman makanan, logistik, hingga penyewaan kendaraan. Pada kuartal IV 2025, perusahaan ini bahkan mencatat pangsa pasar 51,5 persen di segmen ride-hailing roda empat di Vietnam.
Secara keseluruhan, Vingroup menargetkan pendapatan sebesar 485 triliun dong pada 2026, atau tumbuh sekitar 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih juga diproyeksikan meningkat signifikan hingga tiga kali lipat menjadi 35 triliun dong.
Berdasarkan data terbaru dari Forbes, kekayaan Vuong mencapai sekitar US$34,8 miliar per April 2026, menjadikannya sebagai orang terkaya di Asia Tenggara.
BERITA TERPOPULER























