Singapura Jadi Investor Terbesar RI di Kuartal I 2026, PMA Tembus Rp250 Triliun

Investasi asing terbanyak ke sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan nilai US$3,7 miliar. Ilustrasi (Pixabay/confused_me).
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) dengan porsi mencapai 50,01 persen atau senilai Rp250 triliun.
Dari sisi negara asal, Singapura menjadi investor terbesar dengan nilai investasi mencapai US$4,6 miliar atau sekitar Rp75,9 triliun (kurs Rp16.500 per dolar AS). Posisi ini menegaskan peran strategis Singapura sebagai mitra utama investasi Indonesia.
Di peringkat kedua terdapat Hong Kong dengan kontribusi US$2,7 miliar atau Rp44,55 triliun, disusul China sebesar US$2,2 miliar atau Rp36,3 triliun.
Sementara itu, Amerika Serikat menempati posisi keempat dengan investasi US$1,3 miliar (Rp21,45 triliun), diikuti Jepang di urutan kelima sebesar US$1 miliar atau Rp16,5 triliun.
Berdasarkan sektor usaha, investasi asing paling banyak mengalir ke industri logam dasar, barang logam, serta bukan mesin dan peralatannya dengan nilai US$3,7 miliar atau sekitar 24,5 persen dari total PMA. Selanjutnya, sektor pertambangan menerima US$1,1 miliar, disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar US$900 juta.
Dari sisi wilayah, Jawa Barat menjadi tujuan utama investasi asing dengan nilai US$3,1 miliar. Disusul DKI Jakarta sebesar US$1,9 miliar dan Sulawesi Tengah sebesar US$1,8 miliar.
Baca Juga: Investasi Tembus Rp497 Triliun di Awal 2026, Investor Global Kian Yakin pada Fundamental Ekonomi RI
Investasi juga mengalir ke Maluku Utara sebesar US$1,3 miliar serta Kepulauan Riau sebesar US$900 juta.
Secara keseluruhan, realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai Rp498,8 triliun. Angka ini tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year) dan 0,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter).
Peningkatan investasi tersebut turut mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 706.569 orang, atau meningkat 18,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
BERITA TERPOPULER
























