Sunday, June 14, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Terobosan BI Sumut: Ekspor Cabai Karo ke Palangkaraya Selamatkan Harga Petani

Mistar.idRabu, 22 April 2026 19.11
journalist-avatar-top
AA
terobosan_bi_sumut_ekspor_cabai_karo_ke_palangkaraya_selamatkan_harga_petani_

Kepala Perwakilan BI Sumut, Rudy Brando Hutabarat (kiri). (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) melakukan terobosan besar dalam pengendalian inflasi melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Kabupaten Karo dengan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru, karena untuk pertama kalinya komoditas pertanian Sumut dikirim ke luar pulau guna menyelamatkan harga di tingkat petani.

Kepala Perwakilan BI Sumut, Rudy Brando Hutabarat, mengatakan langkah ini bukan sekadar urusan bisnis biasa, melainkan kebijakan yang bersifat forward-looking atau berorientasi ke masa depan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Belajar dari pengalaman sebelumnya saat mendatangkan pasokan dari Jawa yang kerap mengalami kerusakan, BI Sumut berkomitmen melakukan pendampingan ketat pada sisi teknis. BI turut membantu proses penyortiran, pengepakan (packaging), hingga distribusi.

"Kami dampingi agar pengepakannya bagus, sehingga nanti konsumen di Palangkaraya senang dan bisnis ini berkelanjutan. Kami pastikan kualitasnya baik sampai di sana, agar tidak ada lagi barang yang rusak atau busuk di jalan," ujar Rudy, Rabu (22/4/2026).

Rudy menjelaskan, saat ini harga cabai di Karo sempat anjlok ke kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram (kg). Kondisi ini sangat berbahaya bagi inflasi masa depan, karena petani terancam enggan menanam kembali akibat rugi besar.

"Ini terobosan besar di bawah kepemimpinan Pak Gubernur. Kebijakan kita sekarang bukan hanya melihat saat harga tinggi, tapi saat harga rendah pun kita intervensi. Jika tidak kita tolong sekarang, petani tidak mau tanam lagi, dan ke depannya justru akan terjadi inflasi cabai yang melonjak tajam," ucapnya.

Melalui program KAD ini, harga cabai di tingkat petani berhasil didorong naik ke angka Rp23.000 hingga Rp25.000 per kg. Hal ini otomatis meningkatkan daya beli petani dan memperkuat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.

KAD Karo-Palangkaraya ini menjadi pengiriman luar pulau pertama yang difasilitasi BI Sumut, setelah sebelumnya rutin melakukan pengiriman ke wilayah Riau. Ke depan, BI berencana melakukan diversifikasi komoditas selain cabai untuk dikirim melalui jalur serupa.

"KAD merupakan prioritas utama dalam pengendalian inflasi di Sumut. Kami akan melihat komoditas lain yang bisa dikoordinasikan. Peran media juga sangat sentral untuk mendiseminasikan program ini agar petani terbantu," ucap Rudy.

Rudy menegaskan meski BI membantu dalam hal teknis distribusi dan transportasi, keputusan bisnis tetap berada di tangan masing-masing kabupaten.

Sinergi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pengendalian inflasi di daerah tujuan (Palangkaraya) dan penjagaan daya beli di daerah asal (Karo).

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN