Sunday, June 14, 2026
home_banner_first
EKONOMI

12 Daerah Masuk Skema KAD, Gubernur Bobby Targetkan Inflasi Sumut Lebih Stabil

Mistar.idRabu, 22 April 2026 19.19
journalist-avatar-top
AA
12_daerah_masuk_skema_kad_gubernur_bobby_targetkan_inflasi_sumut_lebih_stabil

Gubernur Sumut, Bobby Nasution. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, menegaskan komitmennya untuk memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) sebagai instrumen utama pengendalian inflasi di wilayahnya. Tahun ini Pemprov Sumut membidik minimal 12 kabupaten/kota dengan fluktuasi inflasi tertinggi untuk diintegrasikan dalam skema KAD yang lebih efektif.

Bobby mengatakan fokus utama KAD adalah menghubungkan daerah produsen dengan daerah konsumen, seperti Kota Medan yang memiliki lahan pertanian sangat terbatas.

Dalam skema KAD ini, Bobby menekankan kesepakatan harga tidak dilakukan antar pemerintah (G-to-G), melainkan antar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan pasar di daerah tujuan. Hal ini bertujuan agar Harga Pokok Produksi (HPP) yang berbeda di setiap daerah tetap terlindungi.

"Yang terlibat adalah Gapoktan. Mereka yang tahu HPP daerahnya. Masalah untung-rugi sudah mereka hitung. Peran pemerintah, baik kabupaten, provinsi, maupun Bank Indonesia, adalah menutup tipisnya margin keuntungan tersebut dengan menanggung biaya distribusi dan transportasi," ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Sebagai contoh konkret, biaya pengiriman cabai dari Karo menuju Palangkaraya sepenuhnya ditanggung oleh Bank Indonesia guna memastikan harga di tingkat petani tetap kompetitif, namun tetap terjangkau di daerah tujuan.

Bobby juga menyoroti fenomena paradoks yang sempat terjadi di Sumatera Utara, di mana daerah penghasil justru mengalami kelangkaan stok karena terlalu banyak mengirimkan produk ke luar wilayah tanpa perhitungan matang.

"Kadang kita mengirim ke luar terlalu banyak sehingga di Sumut sendiri kurang, sampai kita harus masukkan cabai dari Jember, Jawa Timur. Padahal kita daerah penghasil. Nah, melalui KAD ini, alur itu kita atur. Kita jaga kesejahteraan petani, atur inflasi, dan pastikan stok cabai di dalam wilayah Sumut tetap terjaga," ucapnya.

Memasuki triwulan kedua 2026, Bobby menjamin ketersediaan cabai merah di Sumatera Utara dalam posisi aman. Meski hari besar keagamaan seperti Idulfitri telah lewat, antisipasi tetap dilakukan menuju Iduladha.

"Stok cabai sampai hari raya (Iduladha) nanti masih cukup. Pasokan barang terjaga, dan karena momen hari besar keagamaan sebelumnya sudah lewat, suplai saat ini sangat memadai untuk kebutuhan masyarakat Sumut," ujar Bobby.

Pemerintah Provinsi berharap dengan target 12 daerah yang menjalankan KAD tahun ini, angka inflasi Sumatera Utara dapat lebih stabil dan kesejahteraan petani di daerah sentra produksi seperti Karo dapat terus meningkat melalui kepastian pasar yang luas.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN