Friday, September 11, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Tanpa Naikkan Pajak! Penerimaan Juli 2026 Melejit 23,7% Tembus Rp1.224,3 Triliun

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 19.12 WIB
tanpa_naikkan_pajak_penerimaan_juli_2026_melejit_237_tembus_rp12243_triliun_

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (10/9/2026). fOTO: Antara/Imamatul Silfia)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (11/9/2026) – Kabar baik dari APBN. Penerimaan pajak sampai Juli 2026 tembus Rp1.224,3 triliun. Tumbuh 23,7% dibanding tahun lalu. Menariknya, capaian ini diraih tanpa ada kenaikan tarif atau pajak baru.

"Kita capai performa ini tanpa menaikkan tarif pajak atau memperkenalkan jenis pajak baru," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat pelantikan pejabat Kemenkeu, Kamis (10/9/2026).

Purbaya menyebut strategi sekarang fokus ke 4 hal: perbaikan administrasi, pengawasan ketat, tata kelola, dan menutup kebocoran.

Hasilnya mulai kelihatan. Dari sisi belanja, realisasi per Juli 2026 mencapai Rp1.969,6 triliun atau naik 18,62% yoy.

Dengan pendapatan dan belanja itu, defisit APBN masih terkendali di Rp235,6 triliun. Angkanya setara 0,91% dari PDB. "Kita buat fiskal lebih aktif tapi tetap hati-hati," ujar Purbaya.

Kemenkeu menargetkan defisit APBN 2026 tetap aman di level 2,85% terhadap PDB. Sebagai pembanding, per Juni 2026 defisit masih Rp196,5 triliun atau 0,76% PDB.

Pendapatan negara saat itu sudah Rp1.459,4 triliun, naik 21,4% yoy. Rinciannya: Penerimaan Pajak: Rp1.035,7 triliun, naik 24,6%, Bea Cukai: Rp145 triliun naik 3,4% , PNBP: Rp271 triliun naik 21,6%.

Belanja negara per Juni juga naik 17,8% ke Rp1.656 triliun. Paling besar untuk belanja K/L yang naik 40%.

Dengan semua itu, "keseimbangan primer" APBN masih surplus Rp85,1 triliun. Artinya, pendapatan negara masih cukup untuk bayar belanja di luar bunga utang.

Data lengkap APBN Juli-Agustus 2026 belum dirilis. Paparan terakhir baru sampai semester I-2026.(Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN