Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Surplus Tembus 6,9 Miliar Dolar AS! Ekspor Sumut 2025 Melonjak Dipicu CPO dan Industri

Mistar.idJumat, 13 Februari 2026 pukul 11.46 WIB
surplus_tembus_69_miliar_dolar_as_ekspor_sumut_2025_melonjak_dipicu_cpo_dan_industri

Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin. (foto:amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kinerja perdagangan luar negeri Sumatera Utara menutup tahun 2025 dengan catatan gemilang. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan adanya peningkatan signifikan pada nilai ekspor yang didorong kuat oleh sektor industri, khususnya komoditas lemak dan minyak nabati.

Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin, mengungkapkan bahwa neraca perdagangan Sumut sepanjang Januari hingga Desember 2025 berhasil membukukan surplus sebesar 6.928,51 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan ketangguhan ekonomi Sumut di pasar global meskipun dinamika impor mengalami penyusutan.

Sektor industri menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi mencapai 93,51 persen dari total ekspor. Golongan barang lemak dan minyak hewan/nabati (termasuk CPO dan turunannya) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1.141,99 juta dolar AS atau naik 27,92 persen dibandingkan tahun 2024.

“Peningkatan terbesar pada Januari–Desember 2025 terhadap periode yang sama tahun lalu adalah golongan lemak dan minyak hewan/nabati, diikuti oleh produk kimia yang naik 528,59 juta dolar AS. Namun, ekspor ikan dan udang justru terkontraksi sebesar 26,85 juta dolar AS,” kata Misfaruddin, Jumat (13/2/2026).

Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar dengan nilai ekspor mencapai 2.154,32 juta dolar AS, disusul Amerika Serikat dan India. Menariknya, Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Sumut dengan nilai mencapai 1.161,49 juta dolar AS.

Dari sisi impor, Sumut mencatatkan penurunan sebesar 5,65 persen menjadi 5.467,90 juta dolar AS. Penurunan terdalam terjadi pada barang konsumsi sebesar 17,82 persen dan bahan bakar mineral. Namun, terdapat sinyal positif pada sektor manufaktur dengan naiknya impor barang modal sebesar 17,98 persen.

“Kenaikan impor tertinggi ada pada golongan mesin dan peralatan listrik yang melonjak 45,40 persen. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas investasi atau peremajaan alat produksi di sektor industri Sumut,” ucapnya.

Meski secara total surplus, Sumut masih mencatatkan defisit perdagangan dengan beberapa negara tetangga dan mitra Amerika Latin. Defisit terbesar terjadi dengan Singapura sebesar 404,02 juta dolar AS, Malaysia 273,31 juta dolar AS, dan Australia 144,38 juta dolar AS.

Dominasi Tiongkok tidak hanya terasa pada sisi ekspor, tetapi juga impor. Sekitar 30,28 persen barang yang masuk ke Sumut berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dengan capaian surplus yang naik 23,96 persen secara tahunan (year-on-year), ekonomi Sumut memiliki bantalan devisa yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi di awal tahun 2026. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN