Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Sidak Mendadak, Bulog Sumut: Stok Beras 51 Ribu Ton

Mistar.idRabu, 25 Februari 2026 pukul 08.51 WIB
sidak_mendadak_bulog_sumut_stok_beras_51_ribu_ton

Perum Bulog Kantor Wilayah Sumut menggelar sidak serentak di sejumlah pasar tradisional dan pasar induk guna menjamin stabilitas pangan selama Ramadan dan Idulfitri 2026. (Foto: Bulog Sumut)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menggelar inspeksi mendadak (sidak) serentak di sejumlah pasar tradisional dan pasar induk guna menjamin stabilitas pangan selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan pasokan beras dan Minyakita tidak hanya tersedia dalam jumlah cukup, tetapi juga dijual dengan harga yang wajar sesuai ketentuan pemerintah.

Sidak ini merupakan instruksi langsung dari pusat untuk merespons potensi lonjakan permintaan saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Jajaran Bulog Sumut kini meningkatkan pemantauan secara masif, mulai dari pasar rakyat hingga ritel modern, guna menutup ruang bagi para spekulan yang mencoba menaikkan harga secara tidak wajar.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras. Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Sumut berada dalam level yang sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hingga pasca-Lebaran.

"Untuk beras stok CBP dalam kondisi sangat aman, saat ini ada sebanyak 51.000 ton di wilayah Sumut. Kami hadir langsung di lapangan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan distribusi makin kami masifkan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan," kata Budi, Selasa (24/2/2026).

Selain beras, komoditas Minyakita menjadi fokus utama dalam sidak kali ini. Bulog berkomitmen menjaga agar harga minyak goreng subsidi ini tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Budi menjelaskan bahwa Bulog menerapkan strategi khusus untuk menjaga harga tetap stabil di tangan konsumen, yakni dengan memotong rantai distribusi yang terlalu panjang.

"Distribusi Minyakita ini kami gunakan skema langsung dari gudang Bulog ke pasar guna memperpendek rantai pasok. Harga di tingkat pedagang eceran dipastikan maksimal Rp 14.500 per liter dan maksimal Rp 15.700 per liter di tingkat konsumen," ucapnya.

Dalam menjaga kondusifitas pasar, Bulog Sumut juga mengintensifkan sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Satgas Pangan. Kerja sama lintas instansi ini bertujuan untuk mendeteksi dini serta mencegah potensi penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan semu di tengah masyarakat.

Monitoring berkala ini akan terus dilakukan secara rutin hingga periode pasca-Lebaran. Dengan stok yang melimpah dan pengawasan yang ketat, Bulog optimis situasi pangan di Sumut akan tetap aman, stabil, dan terkendali sepanjang bulan suci hingga perayaan hari kemenangan nanti. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN