Bulog Sumut Segera Salurkan Bantuan Pangan Rapel Dua Bulan, Sasar 1,7 Juta Penerima

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan kesiapan penuh untuk mendistribusikan Bantuan Pangan (Banpang) alokasi Februari dan Maret 2026 secara sekaligus. Penyaluran ini dirancang sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat serta menekan laju inflasi menjelang bulan suci Ramadan.
Berbeda dengan skema bulanan biasanya, kali ini bantuan akan disalurkan dalam satu tahap untuk memenuhi kebutuhan dua bulan sekaligus. Hal ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi yang kuat bagi warga berpendapatan rendah di tengah fluktuasi harga pangan saat ini.
Jumlah Keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah Sumatera Utara tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan periode akhir tahun lalu.
Total Penerima Bantuan Pangan (PBP) 2026 sebanyak 1.756.846, perbandingan Oktober hingga November 2025 sebanyak 844.696. Adapun beberapa bantuan pangan yang dipersiapkan, yaitu beras sebanyak 35.136 ton dan minyak goreng 7.027.384 liter.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa stok pangan saat ini dalam kondisi aman dan sistem distribusi telah dimatangkan.
"Begitu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional ditetapkan, Bulog Sumut dapat langsung bergerak melaksanakan penyaluran kepada masyarakat," kata Budi, Kamis (19/2/2026).
Dalam sekali penyaluran (rapel dua bulan), setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan paket bantuan pangan yang lebih besar dari biasanya guna mengantisipasi kenaikan permintaan selama Ramadan.
"Bantuan yang disalurkan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng per PBP. Bantuan tersebut merupakan alokasi gabungan Februari dan Maret 2026 yang disalurkan sekaligus agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan lebih tenang selama bulan puasa nanti," ucap Budi.
Budi menegaskan bahwa kebutuhan pangan dalam jumlah besar ini mencapai 35 ribu ton beras dan 7 juta liter minyak goreng menjadi instrumen penting bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.
Intervensi melalui bantuan pangan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di pasar tradisional, mengingat tekanan permintaan (demand) masyarakat yang biasanya melonjak tajam saat memasuki awal Ramadan hingga Idulfitri. Dengan ketersediaan stok di tingkat rumah tangga sasaran, beban pasar reguler diharapkan dapat berkurang secara signifikan. (hm25)
BERITA TERPOPULER























