Inflasi Pematangsiantar Mengancam, Pemko Diminta Ambil Langkah Taktis

Ilutrasi ancaman inflasi di Pematangsiantar (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kenaikan inflasi pada Maret 2026. Momentum Ramadan yang telah berlangsung sejak Februari, ditambah tingginya aktivitas konsumsi menjelang Idul Fitri, diprediksi menjadi motor utama penggerak harga di pasar.
Kepala BPS Pematangsiantar, Ratnauli Naibaho, melalui Staf Statistik Harga, Wahyu Andamari, menjelaskan bahwa kelompok makanan atau volatile food menjadi titik krusial yang harus diawasi ketat.
Menurut Wahyu, komoditas pangan sangat rentan terhadap fluktuasi harga karena dipengaruhi oleh variabel eksternal yang sulit diprediksi secara instan.
"Komoditas pangan paling sering berpengaruh terhadap inflasi karena mudah bergejolak, mulai dari faktor cuaca hingga gangguan distribusi," ujar Wahyu kepada MISTAR.ID, Jumat (20/2/2026).
Berdasarkan analisis BPS, terdapat beberapa komoditas yang secara historis memiliki andil besar dalam mendorong angka inflasi di Siantar selama masa hari besar keagamaan.
"Seperti daging ayam potong yang permintaannya melonjak tajam menjelang lebaran, telur ayam ras, serta bumbu dapur seperti cabai dan bawang, yang sensitif terhadap kondisi cuaca dan pasokan," ucapnya.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, BPS menyarankan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar segera mengambil langkah taktis. Salah satu solusi paling efektif adalah melalui intervensi pasar.
"Seperti operasi pasar murah yang bisa digelar secara masif di titik-titik strategis selama Ramadan 2026, memprioritaskan komoditas ayam potong dan telur ayam ras, serta pemantauan jalur distribusi guna memastikan tidak ada penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab," jelas Wahyu.
Dengan langkah-langkah mitigasi tersebut, diharapkan laju inflasi di Kota Pematangsiantar tetap stabil, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1447 H dengan tenang tanpa terbebani harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi.






















