Rosan Roeslani: Regulasi, SDM, dan Stabilitas Jadi Kunci Dongkrak Investasi

Ilustrasi Investasi (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menegaskan pentingnya penyempurnaan berbagai faktor yang berada dalam kendali pemerintah untuk mendorong peningkatan investasi di Indonesia. Hal tersebut mencakup regulasi, kebijakan, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta infrastruktur pendukung lainnya.
“Indonesia memiliki kekuatan besar, salah satunya kemampuan menjaga kedamaian dan stabilitas. Ini menjadi modal penting untuk menarik investasi yang umumnya bersifat jangka panjang,” ujar Rosan kepada CNBC Indonesia, Jumat (23/1/2026).
Menurut Rosan, persepsi global terhadap Indonesia semakin positif. Banyak negara menilai Indonesia berpotensi menjadi kekuatan ekonomi besar dalam beberapa tahun ke depan, seiring stabilitas ekonomi yang relatif terjaga.
“Kita semakin terbuka dan semakin baik. Ini momen yang harus kita optimalkan. Mereka melihat Indonesia stabil, tidak melonjak terlalu tinggi dan tidak jatuh terlalu dalam,” jelasnya.
SDM, SDA, dan Teknologi Jadi Kekuatan Indonesia
Rosan menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan struktural berupa luas wilayah, jumlah penduduk yang besar, serta sumber daya alam strategis yang dibutuhkan dunia. Selain itu, kesiapan Indonesia dalam mengadopsi teknologi juga menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak negara lain.
“Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita mengakselerasi semua potensi itu. PR-nya ada pada kita sendiri, bagaimana menjadi lebih business friendly dan mengoptimalkan aset yang dimiliki,” tegas Rosan.
Indonesia Pavilion Jadi Etalase Investasi di WEF Davos 2026
Dalam rangka mendorong investasi global, pemerintah memanfaatkan Indonesia Pavilion di World Economic Forum (WEF) Davos 2026 sebagai ruang dialog strategis. Pavilion ini menjadi wadah pembahasan isu prioritas nasional dan global, mulai dari pengembangan SDM, kemajuan teknologi, hilirisasi industri, hingga keuangan berkelanjutan.
Agenda panel diskusi tersebut merupakan bagian dari program resmi yang dipublikasikan melalui laman indonesiaatdavos.com.
Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Sekretaris Utama BKPM Rudy Salahuddin menyebut Indonesia Pavilion sebagai etalase penting untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi Indonesia kepada komunitas internasional.
“Partisipasi Indonesia di WEF Davos 2026 menegaskan komitmen pemerintah untuk aktif dalam diskursus ekonomi global sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel, adaptif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan,” ujar Rudy.
Lebih lanjut, kehadiran Indonesia Pavilion mencerminkan upaya penguatan diplomasi ekonomi, peningkatan kepercayaan investor, serta dorongan kolaborasi jangka panjang di tengah dinamika global.
Melalui forum ini, Indonesia secara aktif menyampaikan kesiapan kebijakan, peluang investasi prioritas, serta komitmen terhadap transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
PREVIOUS ARTICLE
IHSG Anjlok ke 8.837, Tekanan Jual Dominasi Bursa Efek Indonesia




















