IHSG Anjlok ke 8.837, Tekanan Jual Dominasi Bursa Efek Indonesia

Ilustrasi IHSG anjlok (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, dan sempat menyentuh level terendah di 8.837. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat dibuka menguat di 9.031 dan mencapai titik tertinggi harian di 9.039, namun dominasi aksi jual membuat indeks berbalik arah. Penutupan sesi pertama tercatat di 8.876, turun 1,28 persen atau sekitar 115 poin.
Sebaran Saham dan Aktivitas Transaksi
Aksi jual terlihat menyebar di hampir seluruh saham. Tercatat:
- 585 saham turun
- 124 saham menguat
- 95 saham stagnan
Volume perdagangan cukup tinggi, mencapai 40,89 miliar saham, dengan nilai transaksi menembus Rp 18,39 triliun. Kapitalisasi pasar BEI juga terdampak, turun menjadi sekitar Rp 16.141 triliun.
Tekanan Jual Menyapu Hampir Semua Sektor
Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah. Koreksi terdalam terjadi di sektor:
- Barang konsumsi siklikal: -2,89%
- Transportasi: -2,66%
- Energi: -2,35%
- Industri: -1,72%
- Properti: -1,58%
- Barang konsumsi non-siklikal: -1,59%
Sektor berkapitalisasi besar juga ikut melemah, di antaranya:
- Keuangan: -1,39%
- Teknologi: -1,30%
Sementara itu, sektor yang relatif lebih stabil adalah:
- Infrastruktur: -0,84%
- Industri dasar: -0,46%
Satu-satunya sektor yang berhasil menjadi penopang pasar adalah kesehatan, dengan penguatan 0,69 persen.
Kondisi ini menunjukkan dominasi tekanan jual luas di pasar saham Indonesia, yang mengindikasikan sentimen investor yang cenderung berhati-hati pada akhir pekan ini.
BERITA TERPOPULER



















