Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai Merah di Asahan Anjlok Menyentuh Angka Rp20 Ribu per Kilogram

Mistar.idJumat, 23 Januari 2026 pukul 13.41 WIB
harga_cabai_merah_di_asahan_anjlok_menyentuh_angka_rp20_ribu_per_kilogram_

Masyarakat membeli cabai di Pasar Inpres Kisaran. (foto: perdana/mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional Kabupaten Asahan mengalami perubahan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Komoditas yang paling mencuri perhatian adalah cabai merah, yang kini harganya terjun bebas ke level terendah dan membuat masyarakat cukup terkejut.

Hasil pantauan di lapangan di Pasar Inpres Kisaran, Jumat (23/1/2026), menunjukkan harga cabai merah saat ini dijual Rp20.000 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp24.000 per kilogram. Penurunan ini telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan terakhir dan belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali naik dalam waktu dekat.

Tak hanya cabai merah, harga cabai hijau juga ikut mengalami penurunan cukup tajam. Cabai hijau kini dijual sekitar Rp16.000 per kilogram, padahal sebelumnya sempat bertahan di harga Rp24.000 per kilogram. Kondisi ini membuat pedagang mengaku harus menyesuaikan strategi penjualan agar stok tetap terserap pasar.

Sementara itu, harga cabai rawit terpantau relatif stabil. Komoditas yang dikenal memiliki harga fluktuatif ini masih bertahan di kisaran Rp52.000 hingga Rp56.000 per kilogram. Stabilnya harga cabai rawit diduga karena pasokan yang tidak sebanyak cabai merah dan cabai hijau.

Di sisi lain, penurunan harga tidak terjadi pada komoditas protein hewani. Harga daging ayam ras di pasar tradisional Asahan masih bertahan tinggi, yakni sekitar Rp41.000 per kilogram. Sedangkan harga ayam potong bahkan menyentuh Rp72.000 per kilogram, sehingga menjadi salah satu kebutuhan pokok yang masih cukup mahal bagi masyarakat.

Para pedagang menilai anjloknya harga cabai dipicu oleh melimpahnya pasokan dari daerah penghasil, serta daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini membuat harga cabai sulit bertahan di level tinggi meski permintaan tetap ada setiap hari.

Siti, 38 tahun salah seorang pembeli, warga Kisaran, mengaku terbantu dengan turunnya harga cabai merah. Menurutnya, penurunan harga tersebut cukup meringankan pengeluaran dapur harian.

“Biasanya kalau harga cabai mahal, belanja jadi dikurangi. Sekarang Rp20 ribu per kilogram, lumayan lah bisa beli lebih tanpa mikir,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rudi, 45 tahun, konsumen lainnya. Ia mengatakan harga cabai yang murah membuat kebutuhan rumah tangga lebih stabil, meski di sisi lain harga daging ayam masih terasa memberatkan.

“Cabai turun, tapi ayam masih mahal. Jadi sebenarnya belum sepenuhnya ringan juga belanja. Tapi memang cabai sekarang nggak bikin kaget,” katanya.

Sementara itu, Nurhayati, 50 tahun, berharap harga cabai bisa bertahan dalam beberapa waktu ke depan. Ia menilai fluktuasi harga yang terlalu cepat sering membuat konsumen kesulitan mengatur anggaran.

“Mudah-mudahan jangan naik mendadak lagi. Kalau bisa stabil saja, kami sebagai pembeli juga tenang,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN