Friday, July 3, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Menko Polkam Cek Gudang Bulog Sumut, Pastikan Stok Beras Aman hingga Delapan Bulan ke Depan

Mistar.idJumat, 3 Juli 2026 pukul 16.40 WIB
menko_polkam_cek_gudang_bulog_sumut_pastikan_stok_beras_aman_hingga_delapan_bulan_ke_depan

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. (foto:amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (3/7/2026) — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, meninjau gudang Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengecek kondisi cadangan pangan di Sumut sekaligus memastikan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan keamanan nasional.

Berdasarkan hasil tinjauan, Menko Polkam memastikan stok pasokan beras di wilayah Sumut saat ini masih dalam kondisi mencukupi dan aman. Djamari menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok.

"Hari ini sengaja datang melihat cadangan beras yang ada di Sumut. Masyarakat tidak perlu khawatir. Semua yang bertugas di Bulog sangat paham fungsi dan kewajiban tentang penyediaan pangan untuk masyarakat," katanya, Jumat (3/7/2026).

Djamari juga mengungkapkan rantai distribusi dan cadangan di gudang Bulog dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga delapan bulan ke depan.

Menanggapi sidak tersebut, Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyampaikan kehadiran Menko Polkam menjadi bukti bahwa Bulog Sumut siap menjalankan tugas yang diberikan negara.

Budi melanjutkan, program swasembada pangan menunjukkan performa positif. Saat ini, seluruh target penyaluran, mulai dari distribusi hingga bantuan pangan kepada masyarakat, telah terealisasi 100 persen.

"Dengan angka ini, tentu tidak lepas dari peran vital aparat keamanan. Urusan ketahanan pangan berkaitan erat dengan keamanan dan stabilitas negara," ucap Budi.

Budi memaparkan adanya kerja sama antara Bulog, TNI, dan Polri dalam mengamankan rantai pasok pangan di Sumut. Selanjutnya, personel TNI mendampingi petani dalam proses tanam padi, sedangkan Polri mendampingi proses tanam jagung.

Kemudian, TNI mengawal proses penyerapan gabah dari petani, sementara Polri mendampingi penyerapan jagung. Selanjutnya, penyaluran beras SPHP melalui Gerakan Pangan Murah terus dikawal ketat oleh aparat gabungan TNI-Polri.

"Kerja sama TNI-Polri dalam mengamankan pangan sangat krusial karena ketahanan pangan berkaitan erat dengan keamanan negara. Jadi, menurut saya, ini luar biasa mendapatkan kepercayaan untuk dicek langsung karena kondisinya siap untuk didistribusikan kepada masyarakat," ujarnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN