Inflasi Pematangsiantar Melonjak, Tomat dan Cabai Merah Jadi Pemicu Utama

Pedagang cabai dan bawang di Pasar Dwikora Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar mencatat tekanan inflasi kembali meningkat. Kenaikan harga tomat dan cabai merah menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan inflasi pada Mei 2026.
Kepala BPS Kota Pematangsiantar, Ratnauli Naibaho, melalui Staf Statistik Harga, Wahyu Andamari, mengatakan inflasi saat ini tergolong masih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
"Kondisi ini meningkat tajam jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang hanya mengalami inflasi sebesar 0,19 persen secara month-to-month (m-to-m). Catatan historis BPS juga menunjukkan inflasi m-to-m sempat mencapai 1,29 persen dengan inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 5,14 persen pada Desember 2025," ujarnya kepada Mistar, Senin (15/6/2026).
Menurut Wahyu, tomat menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi bulanan. Selain itu, cabai merah juga menyumbang andil inflasi sebesar 0,11 persen (m-to-m) pada Mei 2026.
Baca Juga: BPS Pematangsiantar Evaluasi Standar Pelayanan Publik, Perkuat Akses Data Statistik Digital
Meski secara kumulatif cabai merah masih mengalami deflasi sebesar 36,4 persen hingga Mei 2026, tren kenaikan harga komoditas tersebut tetap perlu diwaspadai. Pasalnya, andil inflasi cabai merah dalam setahun terakhir pernah mencapai 0,5 persen pada September 2025.
Secara keseluruhan, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan andil sebesar 0,68 persen. Selain tomat dan cabai merah, komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain bawang merah, telepon seluler, sawi hijau, minyak goreng, dan beras.
Di sisi lain, sejumlah komoditas tercatat menahan laju inflasi melalui deflasi. Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,13 persen (m-to-m). Komoditas lain yang turut menyumbang deflasi yakni emas perhiasan, udang basah, ayam hidup, dan ikan lele.
Wahyu menambahkan, tekanan inflasi tahunan (y-on-y) di Pematangsiantar juga masih perlu mendapat perhatian. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau kembali menjadi penyumbang utama inflasi tahunan dengan andil mencapai 2,67 persen.
"Adapun komoditas utama yang mendorong inflasi y-on-y lintas kelompok pengeluaran meliputi emas perhiasan, tomat, minyak goreng, beras, ikan kembung, ikan dencis, ikan tongkol, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, bayam, ikan nila, telepon seluler, serta buah jeruk," tuturnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Emas Antam Meroket Rp18.000 per Gram




















