Harga Emas Antam Meroket Rp18.000 per Gram

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Medan, MISTAR.ID
Harga emas batangan 24 karat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Kota Medan kembali mencatatkan lonjakan tajam pada awal pekan ini.
Kenaikan tersebut sekaligus memperpanjang tren penguatan komoditas logam mulia sejak penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Per Senin (15/6/2026), harga emas Antam dilaporkan melompat sebesar Rp18.000 per gram sehingga kini bertengger di level Rp2.729.000 per gram. Pergerakan ini berbanding lurus dengan reli harga emas di pasar spot global yang terus melaju di zona hijau.
Sinyal positif tidak hanya dinikmati oleh calon pembeli baru, melainkan juga membawa angin segar bagi para investor lama yang berniat melakukan aksi ambil untung (profit taking).
Nilai transaksi buyback (harga beli kembali oleh Antam) tercatat mengalami kenaikan yang sangat agresif, yakni melonjak hingga Rp46.000 per gram menjadi Rp2.500.000 per gram.
Jika menilik rekam jejak fluktuasi harga dalam sepekan terakhir, emas Antam bergerak merangkak naik dalam rentang harga Rp2.689.000 hingga Rp2.729.000 per gram.
Kendati demikian, performa grafik dalam sebulan ke belakang sempat terkoreksi turun dari level tertingginya dalam rentang Rp2.819.000 menuju Rp2.689.000 per gram.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, memaparkan bahwa lompatan harga di dalam negeri dikomandoi langsung oleh kokohnya performa emas di bursa komoditas internasional.
"Pada perdagangan hari ini, harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level 4.335 dolar AS per ons troy, atau jika dikonversikan setara dengan kisaran Rp2,48 juta per gram. Grafik komoditas pelindung kekayaan (safe haven) ini masih menyimpan potensi besar untuk reli menguat ke level yang jauh lebih tinggi ke depan," kata Gunawan, Senin (15/6/2026).
Meskipun emas sedang berada dalam jalur tren penguatan yang kuat (bullish), Gunawan memberikan catatan bahwa laju kenaikan komoditas ini tetap dibayangi oleh sentimen negatif dari bank sentral Amerika Serikat.
"Pelaku pasar global saat ini sebenarnya masih mengkhawatirkan kemungkinan memburuknya laju tekanan inflasi global. Jika inflasi AS kembali memanas, kondisi tersebut berpotensi memicu respons agresif berupa kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed (Bank Sentral AS) yang sewaktu-waktu bisa menahan laju keuntungan emas," ucapnya.
Namun, di tengah tingginya tensi geopolitik Timur Tengah yang belum mereda hingga pertengahan tahun 2026 ini, daya tarik emas sebagai aset penyelamat dari inflasi dan krisis dinilai masih menjadi pilihan utama bagi para investor institusi maupun ritel di Kota Medan untuk mengamankan portofolio keuangan mereka.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Pengamat: Antrean Kendaraan untuk Isi Pertalite Akan Jadi Pemandangan Biasa
Berikut variasi harga emas antam perdagangan, Senin (15/6/2025).
• 0,5 gram: Rp1.414.500
• 1 gram: Rp2.729.000
• 2 gram: Rp5.398.000
• 3 gram: Rp8.072.000
• 5 gram: Rp13.420.000
• 10 gram: Rp26.785.000
• 25 gram: Rp66.837.000
• 50 gram: Rp133.595.000
• 100 gram: Rp267.112.000
• 250 gram: Rp667.515.000
• 500 gram: Rp1.334.820.000
• 1.000 gram: Rp2.669.600.000. (hm25)





















