Wednesday, July 1, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Impor RI Naik 22,16 Persen pada Mei 2026, Bahan Baku Jadi Pendorong Utama

Mistar.idRabu, 1 Juli 2026 pukul 14.32 WIB
impor_ri_naik_2216_persen_pada_mei_2026_bahan_baku_jadi_pendorong_utama

Ilustrasi. (foto: Unsplash/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor Indonesia pada Mei 2026 mencapai US$24,81 miliar. Angka tersebut meningkat 22,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan terjadi pada impor migas maupun nonmigas. Nilai impor migas tercatat sebesar US$4,51 miliar atau melonjak 70,78 persen secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas mencapai US$20,30 miliar, naik 14,89 persen dibandingkan Mei 2025.

"Peningkatan impor nonmigas menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan total impor dengan andil sebesar 12,95 persen," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Jika dilihat berdasarkan golongan penggunaan, seluruh kelompok impor mengalami pertumbuhan. Impor barang konsumsi tercatat sebesar US$2,23 miliar atau meningkat 21,99 persen dibandingkan tahun lalu.

Kenaikan paling besar berasal dari impor bahan baku dan barang penolong yang mencapai US$17,58 miliar, naik 25,17 persen secara tahunan. Sementara itu, impor barang modal juga meningkat 12,70 persen menjadi US$5 miliar.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Mei 2026 nilai impor Indonesia mencapai US$111,33 miliar. Nilai tersebut tumbuh 15,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Dari total tersebut, impor migas mencapai US$17,45 miliar atau naik 27,89 persen. Adapun impor nonmigas tercatat sebesar US$93,88 miliar, meningkat 13,16 persen," katanya.

BPS juga mencatat seluruh golongan penggunaan mencatatkan kenaikan selama lima bulan pertama 2026. Impor bahan baku dan barang penolong menjadi kontributor terbesar dengan nilai US$79,40 miliar atau tumbuh 14,41 persen, sekaligus menyumbang 10,35 persen terhadap kenaikan total impor nasional.

Peningkatan impor bahan baku terutama berasal dari komoditas bahan bakar mineral, garam, belerang, batu dan semen, serta serealia.

Dari sisi negara asal, kenaikan impor didominasi oleh Tiongkok, Australia, negara-negara ASEAN, dan Uni Eropa. Sebaliknya, nilai impor dari Jepang tercatat mengalami penurunan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN