Impor Plastik Indonesia Melonjak di Awal 2026

Lapak penjual perlengkapan plastik dipenuhi berbagai jenis kemasan sekali pakai, dengan pembeli yang datang untuk bertransaksi (23/04/26). (Foto: Validnews/Hasta Adhistra)
Jakarta, MISTAR.ID
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan aktivitas impor Indonesia meningkat signifikan selama empat bulan pertama 2026. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas utama, termasuk plastik dan barang dari plastik serta mesin dan perlengkapan elektrik.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan volume impor plastik dan produk turunannya mencapai 2,34 juta ton sepanjang Januari hingga April 2026. Angka tersebut meningkat 12,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 2,08 juta ton.
Dari sisi nilai, impor komoditas tersebut juga mengalami kenaikan sebesar 9,71 persen. Jika pada Januari-April 2025 nilainya sekitar US$3,38 miliar, pada periode yang sama tahun ini meningkat menjadi US$3,71 miliar.
"Untuk impor plastik dan barang dari plastik sebesar US$371 miliar dengan volume 2,34 juta ton," ujar Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026), dilansir dari CNN Indonesia.
Selain plastik, impor mesin dan perlengkapan elektrik turut mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi. Nilai impornya naik 18,98 persen dari US$9,35 miliar menjadi US$11,12 miliar. Sementara dari sisi volume, peningkatannya jauh lebih besar, yakni 61,73 persen, dari sekitar 540 ribu ton menjadi 870 ribu ton.
Secara keseluruhan, nilai impor Indonesia selama Januari-April 2026 tumbuh 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut ditopang oleh impor sektor migas yang naik 17,58 persen serta impor nonmigas yang bertambah 12,70 persen.
"Andil utama peningkatan nilai impor tersebut disumbang oleh impor bahan baku/penolong sebesar 8,47 persen," kata Pudji.
Jika dilihat secara bulanan, kinerja impor pada April 2026 juga menunjukkan lonjakan yang cukup besar. Nilainya mencapai US$25,21 miliar, meningkat 22,49 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar US$20,59 miliar.
Kontribusi terbesar berasal dari impor migas yang mencapai US$4,60 miliar atau melonjak 82,52 persen secara tahunan. Sementara impor nonmigas tercatat sebesar US$20,62 miliar, naik 14,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan kelompok penggunaan barang, impor bahan baku dan barang penolong menjadi yang terbesar dengan nilai US$18,65 miliar pada April 2026, meningkat 24,56 persen secara tahunan. Impor barang konsumsi mencapai US$2,43 miliar atau tumbuh 42,90 persen, sedangkan impor barang modal naik 5,64 persen menjadi US$4,13 miliar dari sebelumnya US$3,91 miliar pada April 2025. (hm20)




















