Harga Cabai Turun, Pematangsiantar Deflasi -0,11 Persen pada Januari 2026

Cabai merah yang siap untuk dipasarkan. (foto:abdi/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kota Pematangsiantar mencatat deflasi sebesar -0,11 persen pada Januari 2026 secara month to month (m-to-m). Penurunan indeks harga ini terutama dipicu turunnya harga sejumlah komoditas pangan, khususnya cabai merah dan bawang merah.
Kepala BPS Kota Pematangsiantar, Ratnauli Naibaho melalui Staf Statistik Harga, Wahyu Andamari, menyampaikan cabai merah menjadi penyumbang deflasi terbesar pada Januari dengan andil -0,28 persen, disusul andaliman -0,09 persen, cabai rawit -0,05 persen, wortel -0,05 persen, serta bawang merah -0,04 persen.
“Deflasi yang terjadi pada Januari 2026 didorong oleh penurunan pada komoditas volatile food, terutama cabai merah yang masih mengalami normalisasi harga usai gangguan pasokan yang terjadi pada akhir tahun 2025,” ujarnya kepada Mistar, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan meskipun terjadi deflasi, tingginya harga emas dan kenaikan beberapa komoditas volatile food lainnya menahan laju penurunan harga yang lebih dalam pada periode tersebut.
Namun, sejumlah komoditas masih memberikan andil terhadap inflasi, seperti emas perhiasan 0,20 persen, tomat 0,05 persen, ikan dencis 0,05 persen, sawi putih 0,04 persen, serta ikan asin teri 0,03 persen.
Ia menyampaikan pada Januari 2026, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar -0,41 persen.
“Komoditas penyumbang utama deflasi m-to-m untuk seluruh kelompok pengeluaran antara lain cabai merah, andaliman, cabai rawit, wortel, kangkung, bayam, bawang merah, kentang, cabai hijau, dan telur ayam ras,” ucapnya.
Sedangkan pada kelompok pengeluaran penyumbang utama inflasi Januari 2026 secara year on year (y-on-y) adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 1,46 persen.
“Komoditas penyumbang utama inflasi y-on-y untuk seluruh kelompok pengeluaran yaitu emas perhiasan, tarif listrik, beras, bayam, ikan kembung, daging ayam ras, ikan dencis, ikan tongkol, sigaret kretek mesin, dan sewa rumah,” tuturnya. (hm27)



















