Siantar Alami Deflasi, Akademisi: Dipengaruhi Turunnya Harga Bahan Pangan

Akademisi Universitas Simalungun, Raja Mangaratua Nainggolan. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kota Pematangsiantar mengalami deflasi sebesar 0,11 persen secara month to month (mtm) atau selama Januari 2026. Hal ini menunjukkan kecenderungan deflasi ringan yang terutama dipengaruhi oleh koreksi harga kelompok bahan pangan.
Akademisi Universitas Simalungun, Raja Mangaratua Nainggolan, mengatakan penurunan harga tersebut terjadi seiring mulai masuknya masa panen beberapa komoditas hortikultura sehingga pasokan di pasar lokal meningkat.
“Melimpahnya komoditas segar seperti cabai, sayuran, dan beberapa bahan pokok menekan harga eceran dan menjadi kontributor utama deflasi jangka pendek,” ujarnya kepada Mistar, Jumat (6/2/2026).
Dengan tren penurunan harga tersebut, diharapkan terjadi peningkatan konsumsi masyarakat sehingga pembentukan harga tidak hanya dipengaruhi sisi suplai akibat panen, tetapi juga oleh penguatan permintaan.
“Namun demikian, dinamika harga tetap dipengaruhi stabilitas distribusi serta perilaku konsumsi masyarakat pasca periode belanja akhir tahun,” ucapnya.
Raja menjelaskan, memasuki Februari 2026, tren harga diperkirakan masih relatif terkendali meskipun potensi pembalikan arah tetap terbuka. Hal ini berkaitan dengan ekspektasi peningkatan konsumsi menjelang bulan puasa yang umumnya mendorong permintaan pangan dan kebutuhan rumah tangga.
“Jika permintaan mulai menguat sementara pasokan panen berangsur menurun, maka tekanan inflasi ringan berpotensi muncul pada akhir Februari,” ucapnya.
Secara umum, proyeksi harga Februari 2026 cenderung stabil hingga sedikit meningkat dengan risiko fluktuasi pada komoditas pangan segar.
“Pemerintah daerah perlu memperkuat manajemen stok, kelancaran distribusi, serta koordinasi TPID dan operasi pasar terukur guna menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” tuturnya. (hm25)












