Harga Bahan Pokok di Samosir Berfluktuasi, Cabai Merah Naik Jadi Rp55 Ribu

Situasi pasar Pangururan, Rabu (23/9/2026). (foto:pangihutan/mistar)
Samosir, MISTAR.ID (23/9/2026) — Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan, Kabupaten Samosir, mengalami fluktuasi selama September 2026. Berdasarkan data pemantauan harga pada 2, 9, 15, dan 23 September 2026, kenaikan terjadi pada cabai merah keriting, sedangkan beberapa komoditas lainnya mengalami penurunan harga.
Cabai merah keriting tercatat mengalami kenaikan dari Rp48.000 per kilogram pada 2 September menjadi Rp50.000 pada 9 September, kemudian naik lagi menjadi Rp55.000 pada 15 September dan bertahan hingga 23 September 2026.
Sementara itu, cabai rawit hijau sempat mengalami penurunan harga sebelum kembali naik. Pada 2 September, komoditas ini dijual Rp50.000 per kilogram, turun menjadi Rp48.000 pada 9 September dan bertahan pada 15 September. Namun, pada 23 September, harganya kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram.
Berdasarkan daftar harga bahan pokok yang dirilis untuk Pasar Percontohan Pangururan, sejumlah komoditas lainnya juga mengalami perubahan harga selama periode pemantauan tersebut.
Harga tomat mengalami penurunan bertahap dari Rp15.000 per kilogram pada 2 September menjadi Rp13.000 pada 9 September, kemudian turun lagi menjadi Rp12.000 pada 15 September dan bertahan hingga 23 September 2026.
Minyak goreng premium juga mengalami penurunan dari Rp25.000 per liter pada 2 dan 9 September menjadi Rp23.000 per liter pada 15 September. Harga tersebut tidak mengalami perubahan hingga 23 September.
Untuk komoditas ikan, ikan tongkol mengalami penurunan dari Rp50.000 per kilogram pada 2 dan 9 September menjadi Rp45.000 pada 15 September, dan bertahan hingga 23 September.
Ikan kembung juga mengalami penurunan harga dari Rp55.000 per kilogram pada 2 dan 9 September menjadi Rp50.000 pada 15 September. Harga tersebut tetap bertahan hingga 23 September.
Sementara itu, harga daging ayam broiler tercatat turun secara bertahap. Pada 2 September, harganya Rp55.000 per kilogram, turun menjadi Rp54.000 pada 9 dan 15 September, kemudian kembali turun menjadi Rp52.000 pada 23 September 2026.
Komoditas bawang merah lokal juga mengalami penurunan. Pada 2 September, harganya tercatat Rp30.000 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp28.000 pada 9 September dan bertahan hingga 23 September.
Di sisi lain, sejumlah bahan pokok tidak mengalami perubahan harga selama periode pemantauan. Udang basah ukuran medium bertahan pada Rp120.000 per kilogram, telur ayam ras Rp27.733 per kilogram, telur ayam kampung Rp60.000 per kilogram, serta beras premium Rp16.000 per kilogram.
Harga beras medium juga bertahan pada Rp15.000 per kilogram, sedangkan gula pasir tercatat Rp19.000 per kilogram. Harga daging sapi murni berada pada Rp160.000 per kilogram, sementara daging ayam kampung Rp90.000 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, harga bawang putih tercatat Rp35.000 per kilogram dan bawang merah impor Rp32.000 per kilogram, tanpa perubahan selama periode pemantauan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Dermawan Sinaga, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan harga bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan selama September 2026, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami fluktuasi harga. Perubahan tersebut meliputi kenaikan dan penurunan harga pada beberapa jenis bahan pangan.
Dermawan menjelaskan, kenaikan harga terjadi pada cabai merah keriting yang mencapai Rp55.000 per kilogram pada 23 September 2026, dari sebelumnya Rp48.000 per kilogram pada 2 September. Sementara itu, beberapa komoditas seperti tomat, ikan tongkol, ikan kembung, daging ayam broiler, dan bawang merah lokal mengalami penurunan harga dalam periode yang sama.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan harga bahan pokok di pasar guna mengetahui kondisi harga dan ketersediaan pasokan. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi perubahan harga serta menjaga kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Kredit UMKM di Sumut Turun 1,77 Persen









































